Beijing, Radio Bharata Online - Data dari Administrasi Negara untuk Valuta Asing Tiongkok menunjukkan pada hari Jum'at (29/3) bahwa perdagangan internasional barang dan jasa Tiongkok mencapai 3,23 triliun yuan (sekitar 7.217 triliun rupiah) secara total di bulan Februari 2024.
Menurut data tersebut, nilai ekspor dan impor perdagangan internasional barang dan jasa Tiongkok dalam dolar AS masing-masing sebesar 232,5 miliar dolar AS (sekitar 3.692 triliun rupiah) dan 222,3 miliar dolar AS (sekitar 3.530 triliun rupiah), dengan surplus 10,2 miliar dolar AS (sekitar 162 triliun rupiah).
Dari total tersebut, nilai ekspor barang mencapai 1,46 triliun yuan (sekitar 3.262 triliun rupiah) sementara nilai impor 1,26 triliun yuan (sekitar 2.815 triliun rupiah), menghasilkan surplus 197,7 miliar yuan (sekitar 441,8 triliun rupiah).
Nilai ekspor jasa mencapai 194,7 miliar yuan (sekitar 435 triliun rupiah) sementara nilai impor jasa sebesar 320 miliar yuan (sekitar 715 triliun rupiah), menghasilkan defisit 125,4 miliar yuan (sekitar 280 triliun rupiah).
Pariwisata adalah kontributor perdagangan jasa terbesar, dengan nilai perdagangan sebesar 142,5 miliar yuan (sekitar 318,4 triliun rupiah).
Ekspor dan impor transportasi dan jasa bisnis lainnya masing-masing mencapai 136,4 miliar yuan (sekitar 304,8 triliun rupiah) dan 90,9 miliar yuan (sekitar 203 triliun rupiah). Data menunjukkan bahwa perdagangan jasa telekomunikasi, komputer dan informasi mencatat 60,8 miliar yuan (sekitar 135,8 triliun rupiah).