MADINAH, Radio Bharata Online - Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz Ahmad berpesan, agar jemaah haji tidak terlalu memaksakan diri beraktivitas, di tengah cuaca panas di Madinah.
Usai menyambut kedatangan jemaah di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah, hari Minggu, Abdul Aziz mengingatkan jemaah untuk mempertimbangkan kemampuan fisik saat beribadah, jangan sampai pas puncak hajinya sudah kehabisan tenaga.
Dijelaskan, saat ini suhu udara di Madinah saat siang hari dapat mencapai 40 derajat celcius. Untuk itu, Abdul Aziz juga berpesan agar jemaah senantiasa menjaga asupan cairan untuk mencegah dari dehidrasi, terutama bagi Jemaah lansia.
Pada hari Minggu kemarin, sebanyak 393 jemaah haji Indonesia kelompok terbang (kloter) pertama, telah mendarat di Bandara AMAA Madinah. Diantaranya terdapat 79 jemaah haji kategori lansia dalam kloter pertama ini.
Sementara itu untuk diketahui, cuaca saat ini di Saudi sangat panas dan kering. Sehingga, jemaah sering tidak berkeringat saat beraktivitas, kadang juga jarang buang air kecil. Di tengah cuaca yang panas dan kering, jemaah perlu memperbanyak minum air putih agar terhindar dari dehidrasi.
Kepala Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKIH) Daerah kerja Madinah, Karmijono menjelaskan, jemaah haji harus mempertimbangkan kondisi di Arab Saudi yang berbeda dengan kondisi di Indonesia. Menurutnya banyak jemaah haji Indonesia yang tidak sadar sudah mengalami dehidrasi saat beraktivitas di Saudi, yang ditandai jarangnya buang air kecil.
Karmijono mengimbau jemaah haji banyak mengkonsumsi air putih, meski tidak merasa haus. Karmijono menganjurkan jemaah minum air zamzam yang tidak dingin, agar bisa langsung diterima dengan baik oleh suhu tubuh.
Karmijono berharap, jemaah haji lansia dan yang memiliki penyakit bawaan, tidak memaksakan diri untuk beribadah sunah agar tidak lelah. Hal ini semata demi menjaga kesehatan jemaah menuju rangkaian puncak haji. (Kemenag)