Colombo, Bharata Online - Bantuan kemanusiaan sumbangan Tiongkok senilai sekitar 1,4 juta dolar AS tiba di ibu kota Sri Lanka, Kolombo, pada hari Senin untuk mendukung upaya pemulihan negara kepulauan tersebut setelah banjir dan tanah longsor yang parah.
Barang-barang bantuan, termasuk jaket pelampung tiup, tenda, selimut, dan seprai, diberangkatkan dari Bandara Internasional Shanghai Pudong pada Senin (8/12) pagi.
Delegasi besar hadir untuk menerima bantuan tersebut, termasuk Menteri Pelabuhan dan Penerbangan Sipil Sri Lanka, Anura Karunathilaka, Wakil Menteri Pertahanan Sri Lanka, Aruna Jayasekara, dan Duta Besar Tiongkok untuk Sri Lanka, Qi Zhenhong.
"Bantuan ini bernilai 10 juta yuan (sekitar 23,56 miliar rupiah). Sementara itu, komunitas Tionghoa setempat, termasuk warga Tionghoa perantauan dan perusahaan-perusahaan yang didanai Tiongkok di Sri Lanka, semuanya telah aktif menawarkan bantuan," kata Qi.
"Ini bukan hanya kiriman bantuan, tetapi juga simbol persahabatan, solidaritas, dan hubungan antara kedua negara. Jadi, kami tahu bahwa orang-orang Tiongkok sangat ramah karena kami tidak hanya bersaudara, tidak hanya bersahabat, tetapi juga memiliki semacam hubungan antarmanusia antara kedua negara. Karena itu, kami selalu berterima kasih, kami menyampaikan rasa terima kasih kami," ujar Karunathilaka.
Sri Lanka dilanda banjir dan tanah longsor yang parah akibat hujan deras yang dipicu oleh siklon kuat pada akhir November 2025. Lebih dari 600 orang meninggal dunia akibat banjir dan bencana lainnya yang disebabkan oleh cuaca ekstrem, dan hampir 1,78 juta orang terdampak.