ADDIS ABABA, Radio Bharata Online - Utilitas Listrik Ethiopia dan perusahaan telekomunikasi Tiongkok Huawei menandatangani nota kesepahaman pada hari Jumat(12/4) untuk menyediakan listrik bagi orang-orang yang tinggal di daerah terpencil di Ethiopia.

MOU, yang ditandatangani pada KTT Energi Hijau Ethiopia 2024 di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia, adalah bagian dari proyek elektrifikasi nasional yang bertujuan untuk mencapai akses universal ke listrik di negara Afrika Timur pada tahun 2030, menurut Shiferaw Telila, kepala eksekutif EEU.

Telila mengatakan EEU akan bekerja sama dengan Huawei untuk menggunakan energi matahari untuk menerangi area off-grid, yang mengacu pada lokasi yang tidak terhubung ke jaringan listrik nasional.

"MOU ini berfokus pada kemitraan dengan Huawei untuk mempercepat digitalisasi listrik, membangun dan memelihara pusat data, dan memperluas pengisian kendaraan listrik di Ethiopia," kata Telila.

Berbicara kepada Xinhua, Liu Jifan, CEO Huawei Ethiopia, mengatakan perjanjian tersebut bertujuan untuk memperdalam kerja sama antara EEU dan Huawei untuk mempromosikan solusi teknologi ramah lingkungan yang efisien di negara tersebut.

"Kami menyediakan solusi teknologi off-grid ke Ethiopia dan ingin menjadi bagian dari pengembangan energi bersih negara itu," kata Liu.

Menurut statistik resmi, produksi energi Ethiopia saat ini sangat bergantung pada tenaga air, yang menyumbang sekitar 90 persen dari produksi energi. Ethiopia memiliki potensi untuk menghasilkan lebih dari 60.000 megawatt listrik dari sumber energi terbarukan, termasuk angin, matahari, dan panas bumi. [Shine]