Guangzhou, Radio Bharata Online - Seiring dengan konsumsi merek-merek trendi Tiongkok yang terus meningkat, merek-merek kosmetik domestik negara ini ikut serta dalam gelombang tersebut untuk mengamankan pijakan di pasar yang sedang berkembang, baik di dalam maupun luar negeri.
Banyak konsumen yang semakin tertarik dengan produk kecantikan domestik yang menampilkan elemen "China chic".
"Menurut saya, kemasan kosmetik China-chic khas gaya baru Tiongkok, seolah-olah menyatakan bahwa produk kami yang laris manis di pasaran adalah produk yang bagus dan mewakili rasa percaya diri budaya yang kuat," ujar Ruan Suyun, seorang konsumen di Guangzhou.
"Produk-produk ini menunjukkan gaya yang beragam. Ada yang dikemas dengan kemasan yang lucu, ada juga yang terlihat sedikit meriah," kata Liu Danni, seorang konsumen di Guangzhou.
Dan produk kosmetik yang menampilkan gaya Tiongkok ini juga menarik minat konsumen asing.
"Ekspor produk domestik Tiongkok telah mencatat pertumbuhan dua digit sejak Festival Musim Semi, dengan ekspor produk kecantikan China chic bahkan meningkat dua kali lipat," kata Wang Haipeng, seorang Manajer penjualan toko kosmetik online.
Data yang dirilis oleh Administrasi Umum Kepabeanan (General Administration of Customs/GAC) menunjukkan bahwa ekspor kosmetik Tiongkok pada tahun 2023 tumbuh 39,3 persen dari tahun ke tahun hingga mencapai 26,37 miliar yuan (sekitar 57 triliun rupiah).
Ekspor ke Korea Selatan meningkat 265 persen menjadi 1,08 miliar yuan (sekitar 2,3 triliun rupiah) dan ekspor ke Vietnam naik 256 persen menjadi 130 juta yuan (sekitar 280 miliar rupiah).
"Kami membawa warna-warna khas Tiongkok dengan tingkat kejenuhan yang rendah, keanggunan dan kemurnian kepada para konsumen di Asia Tenggara. Dan ternyata mereka sangat menyukai hal ini. Kami menjual dengan baik di negara-negara seperti Vietnam, Malaysia dan Indonesia, terutama di Vietnam, di mana kami memperkirakan pertumbuhan sekitar 100 persen tahun ini," kata Li Qinya, pendiri merek kosmetik yang berbasis di Guangzhou.