BEIJING, Radio Bharata Online - Di tengah suhu yang sangat dingin, semangkuk mie daging sapi membawa harapan bagi ribuan warga yang kehilangan rumah mereka akibat gempa berkekuatan 6,2 skala richter di wilayah Jishishan, provinsi Gansu, pada hari Senin.

Sebuah tim relawan datang ke lokasi relokasi di kabupaten tersebut untuk menyajikan mie secara gratis. Adegan tersebut ditandai dengan uap yang mengepul dari sup panas, lambaian tangan juru masak, dan adonan mie yang beterbangan.

Ma Sadong, salah satu anggota Tim Relawan mengatakan, persiapan mie daging sapi dapat dilakukan dengan relatif cepat, dan mie tersebut sesuai dengan selera sebagian besar korban, karena ini adalah makanan pokok sehari-hari bagi kelompok etnis di Tiongkok Barat Laut.

Sejak Tim tiba di lokasi pengungsi, Ma dan rekan-rekannya dari Xingda Group bekerja dari jam 5 pagi hingga larut malam untuk menyediakan hingga 2.000 mangkuk mie di kotapraja Dahejia – salah satu daerah yang paling terkena dampaknya.

Dengan lima mobil, dan lima orang berdesakan di setiap mobil, Tim bergegas dari daerah Guanghe ke pusat gempa, dan hampir tidak bisa tidur sejak tiba di pusat gempa pada hari Selasa pukul 6 pagi.

Tim telah menyiapkan daging sapi rebus, mengemas 15 kantong tepung, mengumpulkan peralatan memasak, menyiapkan tabung gas, serta alat apa pun yang dapat mereka temukan. Sesampainya di Dahejia, mereka mendirikan tenda dan meja untuk memasak.

Beberapa korban gempa dilihatnya mengobrak-abrik reruntuhan rumah mereka, mencari alat masak yang masih bisa digunakan, untuk membantu para juru masak supaya bisa menyajikan mie lebih cepat.

Beberapa hari setelah gempa, mereka bolak-balik antara Guanghe dan Dahejia untuk mengambil lebih banyak bahan makanan, dan hanya tidur sekitar empat jam per hari.

Sebuah video online dari China Central Television yang memperlihatkan relawan membuat mie daging, sejauh ini telah ditonton lebih dari 1 juta kali. (China Daily)