Beijing, Radio Bharata Online - Data resmi menunjukkan hari Jum'at (15/12) bahwa penjualan ritel barang-barang konsumsi di Tiongkok, sebuah indikator utama kekuatan konsumsi negara tersebut, naik menjadi 10,1 persen dari tahun ke tahun di bulan November 2023.

Menurut Biro Statistik Nasional (NBS), laju pertumbuhan juga meningkat dari kenaikan 7,6 persen yang tercatat di bulan Oktober 2023. Juru Bicara NBS, Liu Aihua, mengatakan bahwa sejak awal tahun, performa ekonomi Tiongkok terus meningkat, dan permintaan barang dan jasa terus pulih.

"Pada bulan November, total penjualan ritel barang konsumsi mencapai 4,2505 triliun yuan (sekitar 9.286 triliun rupiah), naik 10,1 persen dari tahun ke tahun dan 2,5 poin persentase lebih cepat daripada yang tercatat di bulan sebelumnya. Pada periode Januari-November, total penjualan ritel barang konsumsi mencapai 42,7945 triliun yuan (sekitar 693.638 triliun rupiah), naik 7,2 persen dari tahun sebelumnya. Laju pertumbuhan meningkat 0,3 poin persentase dari yang tercatat selama periode Januari-Oktober. Penjualan ritel online melonjak 11 persen dari tahun ke tahun menjadi 13,9571 triliun yuan (sekitar 30.436 triliun rupiah) dalam 11 bulan pertama. Penjualan ritel jasa naik 19,5 persen tahun ke tahun pada periode yang sama, 0,5 persen poin persentase lebih cepat dari yang tercatat pada periode Januari-Oktober," papar Liu dalam sebuah konferensi pers di Beijing.

Penjualan ritel di wilayah perkotaan Tiongkok naik 10 persen tahun ke tahun bulan lalu, sementara di wilayah pedesaan naik 10,4 persen.

Dalam hal jenis konsumsi, penjualan ritel barang mencapai lebih dari 3,69 triliun yuan (sekitar 8.059 triliun rupiah) bulan lalu, meningkat 8 persen, sementara pendapatan katering naik 25,8 persen menjadi 558 miliar yuan (sekitar 1.219 triliun rupiah).

"Dalam hal bentuk konsumsi, pangsa layanan dalam konsumsi telah pulih, dengan pertumbuhan permintaan yang nyata untuk layanan hiburan, informasi, dan perawatan medis. Pertumbuhan konsumsi jasa yang cepat dalam beberapa tahun terakhir terutama ditentukan oleh tahap perkembangan negara kita saat ini dan mencerminkan peningkatan struktur konsumsi," kata Liu.

Mengenai perluasan permintaan domestik, Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan yang diadakan awal minggu ini mengatakan bahwa upaya-upaya harus dilakukan untuk menstimulasi konsumsi yang berpotensi dan memperluas investasi produktif untuk menciptakan siklus promosi timbal balik yang baik antara konsumsi dan investasi.