New York, Radio Bharata Online - Tiongkok mengutuk serangan udara Israel terhadap gedung Konsulat Iran di Suriah, yang merupakan pelanggaran serius terhadap Piagam PBB dan hukum internasional, kata Geng Shuang, Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, pada hari Selasa (2/4).

Tujuh penasihat militer Iran dan enam warga Suriah tewas dalam serangan udara Israel terhadap gedung Konsulat Iran di ibukota Suriah, Damaskus, pada hari Senin (1/4), menurut saluran TV pemerintah Iran, IRIB, yang dilaporkan pada hari Selasa.

Dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai serangan udara tersebut, Geng mengatakan bahwa serangan ini merupakan sebuah pelanggaran serius terhadap Piagam PBB dan hukum internasional. Hal ini melanggar kedaulatan Suriah dan Iran. Tiongkok mengutuk keras serangan tersebut, katanya.

Menurut Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik dan norma yang diakui secara universal dalam hubungan internasional, keamanan lembaga diplomatik tidak dapat dilanggar. Jika perilaku tak berdasar dan sembrono ini dibiarkan begitu saja, maka akan mengirimkan pesan yang salah dan mengarah pada perilaku yang lebih berbahaya. Iran, Suriah, dan negara-negara Arab lainnya telah dengan sungguh-sungguh memprotes dan mengutuk Israel, dengan harapan Israel dapat menanggapi hal ini, kata Geng.

"Sejak konflik terbaru pecah di Jalur Gaza pada Oktober lalu, kami telah menyaksikan serangan yang tak terhitung jumlahnya terhadap rumah-rumah, sekolah, rumah sakit, fasilitas kemanusiaan, dan badan-badan PBB. Hari ini, kita telah menyaksikan serangan terhadap lembaga-lembaga diplomatik. Garis merah hukum internasional dan norma-norma dasar hubungan internasional telah dilanggar lagi dan lagi, dan garis bawah hati nurani moral manusia juga telah berulang kali dilanggar. Situasi tragis ini harus segera diakhiri," katanya.

Geng mengatakan Tiongkok menyerukan kepada semua pihak, terutama negara-negara yang memiliki pengaruh penting terhadap Israel, untuk memainkan peran konstruktif dan melakukan upaya praktis untuk mendorong gencatan senjata segera di Jalur Gaza, mendinginkan situasi di Timur Tengah sejak dini, dan memulihkan perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.