Tiongkok, Bharata Online - Tiongkok telah mengambil langkah konkret menuju manufaktur ramah lingkungan untuk mendukung target puncak emisi karbon dan netralitas karbon, dengan meluncurkan program nasional untuk membangun pabrik nol karbon berskala nasional.

Tahun ini, emisi karbon di berbagai industri, mulai dari sektor manufaktur tradisional hingga sektor-sektor baru, telah dihitung secara presisi dan dikendalikan secara cerdas.

Data menunjukkan bahwa sejak awal tahun ini, Tiongkok telah mengembangkan 2.038 pabrik ramah lingkungan (green factory) dan 128 kawasan industri ramah lingkungan yang baru. Proporsi nilai output dari pabrik-pabrik ramah lingkungan berskala nasional terhadap total nilai output perusahaan manufaktur di atas skala tertentu telah meningkat menjadi 22 persen.

Selain itu, pada 4 Oktober 2026, Tiongkok telah merampungkan pemasangan struktur bawah air (jacket) untuk anjungan gas lepas pantai pertama yang dilengkapi fasilitas injeksi karbon, yang berlokasi di ladang gas Dongfang 1-1, lepas pantai Provinsi Hainan, di wilayah selatan negara tersebut.

Setelah beroperasi, proyek ini mampu menyimpan lebih dari 1 juta ton CO2 di bawah tanah setiap tahunnya.

Selama tiga kuartal pertama tahun ini, konsumsi energi per unit nilai tambah pada perusahaan industri di Tiongkok yang berada di atas skala tertentu tercatat turun sebesar 4,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Dalam periode Rencana Lima Tahun ke-15 (2026–2030), Tiongkok akan mendirikan 500 pabrik nol karbon, guna menciptakan model yang dapat direplikasi untuk mendorong transformasi sektor industri ke arah yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon.

Berdasarkan rencana tersebut, pada tahun 2030, emisi karbon dioksida per unit PDB Tiongkok ditargetkan turun sebesar 17 persen dari tingkat tahun 2025, dengan pangsa konsumsi energi non-fosil mencapai 25 persen.