Xiong'an, Bharata Online - Forum Tata Kelola Global (Xiong'an) 2026 resmi berakhir pada hari Minggu (25/10) di Kawasan Baru Xiong'an, Provinsi Hebei, Tiongkok Utara, dengan dirilisnya dokumen visi yang merangkum konsensus serta harapan berbagai pihak untuk mereformasi dan meningkatkan tata kelola global.

Menurut dokumen tersebut, menjunjung tinggi multilateralisme merupakan satu-satunya jalan yang layak untuk mengatasi defisit tata kelola global secara efektif.

Dokumen ini juga menyerukan kepada negara-negara Global Selatan untuk memperkuat koordinasi, mengubah aspirasi pembangunan bersama menjadi tindakan nyata dalam menyusun aturan ekonomi dan perdagangan, serta secara sungguh-sungguh memperkuat suara negara-negara berkembang.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus menjadi platform utama bagi tata kelola global di bidang kecerdasan buatan (AI) guna memastikan partisipasi yang setara dan efektif dari semua negara, sebut dokumen tersebut.

Mengusung tema "Membangun Kembali Kepercayaan dan Kerja Sama: Mereformasi dan Meningkatkan Tata Kelola Global di Dunia yang Sedang Berubah", para peserta melakukan diskusi mendalam dan mencapai konsensus mengenai berbagai topik, seperti menjaga sistem internasional yang berpusat pada PBB, membangun kesepakatan untuk mempercepat pembangunan, memperdalam reformasi sistem ekonomi dan keuangan internasional, mengatur bidang-bidang baru—termasuk AI, ruang siber, dan luar angkasa—serta memajukan dialog antarperadaban dan pembelajaran timbal balik.

Para peserta sepakat bahwa mengubah inisiatif tata kelola global menjadi tindakan global bersama merupakan tren yang tak terelakkan sekaligus aspirasi bersama seluruh umat manusia.

Mereka menyambut baik peluncuran pusat penelitian tata kelola global oleh Tiongkok, seraya menyatakan bahwa langkah tersebut akan memberikan dukungan intelektual yang kuat bagi upaya reformasi dan peningkatan tata kelola global.