Shenzhen, Radio Bharata Online - Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, memulai kunjungan resminya selama lima hari ke Tiongkok pada hari Selasa (4/6) di pusat teknologi Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. Ia mengeksplorasi perkembangan pesat dan kehebatan inovatif kota tersebut.

Berbicara pada Konferensi Bisnis Tiongkok-Pakistan yang dihadiri oleh lebih dari 100 perusahaan Pakistan dan lebih dari 150 perusahaan Tiongkok pada hari Rabu (5/6), sehari setelah kedatangannya, Sharif memuji transformasi ajaib Shenzhen dari sebuah desa nelayan kecil menjadi sebuah kota metropolitan yang berkembang pesat.

"Beberapa dekade yang lalu, kota ini merupakan sebuah desa nelayan kecil. Dan hari ini, PDB-nya berkisar di angka 500 miliar dolar AS (8.142 triliun rupiah). Bukankah ini keajaiban abad ini? Dan ini menunjukkan apa? Ini adalah pelajaran yang harus dipelajari oleh kita semua," kata Sharif.

Sharif kemudian mendesak delegasi Pakistan untuk memanfaatkan peluang yang berlimpah yang dihadirkan oleh kerja sama Tiongkok-Pakistan yang diperkuat.

"Hari ini adalah kesempatannya. Hari ini adalah waktunya. Hari ini adalah momen yang harus Anda tangkap," katanya.

Di sela-sela konferensi, perusahaan-perusahaan Tiongkok dan Pakistan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memfasilitasi investasi dalam proyek-proyek industri dan pertanian utama.

Para eksekutif dari kedua belah pihak menyatakan optimisme mereka tentang usaha-usaha tersebut.

"Kami sudah memiliki proyek senilai 8 juta RMB (sekitar 18 miliar rupiah) untuk pertanian cerdas, dan juga akan menandatangani kontrak untuk pertanian cerdas. Nilainya mencapai 200 juta RMB (sekitar 450 miliar rupiah)," ujar Wang Yuxiang, CEO PIESAT Information Technology.

"Dengan bantuan dan dukungan dari saudara-saudara kami di Tiongkok dan mitra-mitra Tiongkok, ini adalah sebuah contoh untuk persahabatan Pakistan-Tiongkok," kata Zaeem Shiko, CEO Guangdong Sinopak Agro Corporation.

Setelah menghadiri konferensi tersebut, Sharif mengunjungi perusahaan teknologi terkemuka Tiongkok, Huawei, pusat layanan pemerintah Nanshan dan pameran peringatan 40 tahun reformasi dan keterbukaan Guangdong.

Kunjungan Sharif ke Shenzhen terutama difokuskan untuk mempelajari pengalaman kota ini dalam pembangunan ekonomi dan sosial yang cepat dan langkah yang telah dibuat kota ini dalam teknologi informasi dan kecerdasan buatan.

Perdana Menteri Pakistan dan delegasinya akan menuju ke Beijing untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping dan pembicaraan tingkat delegasi dengan Perdana Menteri Li Qiang selama dua hari ke depan.

Kedua belah pihak akan berdiskusi untuk memperkuat lebih lanjut kemitraan kerjasama strategis di segala cuaca, meningkatkan Koridor Ekonomi Tiongkok-Pakistan dan menetapkan rencana masa depan untuk persahabatan Pakistan-Tiongkok.

Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan pekan lalu bahwa Tiongkok berharap dapat bekerja sama dengan Pakistan untuk mempromosikan kemitraan kerja sama strategis segala cuaca antara kedua belah pihak dan membangun komunitas Tiongkok-Pakistan yang lebih dekat dengan masa depan bersama di era baru.

Ini adalah kunjungan pertama Sharif ke Tiongkok sejak pemerintah baru Pakistan berkuasa tahun ini.