GUANGZHOU, Radio Bharata Online - Kota Guangzhou di Provinsi Guangdong, Tiongkok Selatan, memanfaatkan kekuatan keuangan dan teknologi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi swasta yang berkualitas tinggi. Berdasarkan dorongan kebijakan nasional baru-baru ini, kota yang ramai ini mengambil pendekatan yang beragam, dengan lembaga keuangan lokal yang mempelopori upaya untuk menyediakan layanan keuangan yang lebih baik.
Bank sentral Tiongkok, bersama dengan lembaga-lembaga penting pemerintah lainnya, telah meluncurkan serangkaian 25 langkah ambisius yang bertujuan untuk memperkuat dukungan keuangan bagi sektor swasta negara tersebut. Inisiatif ini, yang mencakup diversifikasi saluran keuangan untuk usaha swasta, menandai upaya penting untuk memperkuat perekonomian swasta di tengah tantangan ekonomi yang sedang berlangsung.
Misalnya, para pedagang yang beroperasi di Pasar Perdagangan Makanan Laut Huangsha di Distrik Liwan, Guangzhou, menghadapi lingkungan yang lembab dan salinitas yang menantang, menyebabkan mereka kesulitan dengan pembayaran seluler dan menyoroti kebutuhan mendesak akan alat keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Sebagai tanggapannya, sektor perbankan Guangzhou telah memperkenalkan platform perdagangan yang canggih dan mudah digunakan, ditambah dengan sistem pembayaran dan penyelesaian yang dapat diakses. Perpaduan antara kecerdasan finansial dan kecakapan teknologi mendorong pengembangan sistem pasar yang cerdas, sebagaimana dicatat dalam laporan Industrial and Commercial Bank of China.
Lebih dari sekadar upaya perbankan, Guangzhou telah mengatasi permasalahan penting seperti aksesibilitas pinjaman dan risiko tinggi yang terkait dengan usaha kecil dan mikro. Melalui perpaduan kebijakan yang strategis, kota ini merancang sistem layanan keuangan yang komprehensif, yang secara cermat selaras dengan tuntutan perekonomian swasta dan kebutuhan unik usaha kecil dan mikro. Pada bulan Oktober 2023, 30 bank koperasi di Kota Guangzhou telah memberikan pinjaman kredit inklusif senilai lebih dari 180 miliar yuan ($25,22 miliar), yang memberikan manfaat bagi sekitar 180.000 badan usaha kecil dan mikro, menandai kemajuan besar dalam mendukung pertumbuhan sektor swasta, menurut data resmi. [CGTN]