Paris, Bharata Online - Kunjungan kenegaraan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, ke Tiongkok mendatang sangat penting untuk memajukan proyek bersama dan mendekatkan kedua negara, kata mantan Perdana Menteri Prancis, Jean-Pierre Raffarin.
Raffarin menyampaikan pernyataan tersebut saat menghadiri seminar di Majelis Nasional Prancis pekan lalu untuk mengenang Robert Charles Emile Jacquinot de Besange (nama Tionghoa: Rao Jiaju), seorang Prancis yang mendirikan zona pengungsi di Shanghai selama Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok Melawan Agresi Jepang dan membantu melindungi nyawa lebih dari 300.000 warga sipil.
"Kunjungan ini sudah menjadi tradisi. Setiap tahun, presiden Prancis ingin pergi ke Tiongkok, dan presiden Tiongkok juga rutin datang (ke Prancis). Mereka memiliki banyak hal untuk dibahas, terutama menjelang tahun 2026, ketika Prancis akan menjadi ketua G7. Hal itu tentu akan menjadi salah satu topik utama," kata Raffarin.
"Tentu saja, situasi internasional akan menjadi pusat pembicaraan mereka, terutama masa depan multilateralisme, yang menghadapi tantangan saat ini. Baik Prancis maupun Tiongkok berkomitmen pada pendekatan multilateral—pendekatan yang mempromosikan perdamaian dan tata kelola global yang seimbang. Ada juga banyak isu bilateral yang perlu dibahas, seperti isu ekonomi dan budaya. Dialog tingkat tinggi tahunan ini penting untuk memajukan proyek bersama kita dan mendekatkan kedua negara kita," tambah Raffarin.
Atas undangan Presiden Tiongkok, Xi Jinping, Macron akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Tiongkok dari Rabu (3/12) hingga Jumat (5/12).
Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengungkapkan bahwa kunjungan itu akan menjadi kunjungan kenegaraan Macron yang keempat ke Tiongkok. Kunjungan ini juga merupakan kunjungan balasan atas kunjungan kenegaraan Presiden Xi ke Prancis tahun lalu dalam rangka peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Tiongkok-Prancis.
Kementerian itu juga mengungkapkan bahwa selama kunjungan tersebut, Xi akan berunding dengan Macron untuk bersama-sama memimpin pengembangan hubungan Tiongkok-Prancis dalam situasi baru ini, dan kedua presiden juga akan bertukar pandangan secara mendalam mengenai isu-isu penting internasional dan regional yang sedang hangat dibicarakan.