BEIJING, Radio Bharata Online - Kunjungan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi baru-baru ini ke Afrika dan Amerika Latin, yang merupakan perjalanan luar negeri pertamanya pada tahun 2024, menggarisbawahi semakin besarnya perhatian Tiongkok terhadap negara-negara Global Selatan. Para ahli Tiongkok berpendapat bahwa koordinasi yang lebih erat dengan negara-negara Selatan, akan membantu menciptakan lanskap global yang lebih seimbang dan berkelanjutan, yang sangat penting dalam menghadapi meningkatnya ketidakpastian dan gejolak di masa depan.
Ikatan yang kuat antara Tiongkok dan banyak negara berkembang, tidak hanya didasarkan pada kerja sama ekonomi yang luas, namun juga pada dukungan yang teguh terhadap kepentingan inti masing-masing negara, seperti yang dicontohkan dalam permasalahan Taiwan. Para ahli percaya bahwa konsensus bersama ini menjadi landasan dan prasyarat, bagi hubungan Tiongkok dengan negara-negara Selatan.
Dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Jamaika, Andrew Holness, Wang mengatakan, Tiongkok berharap dapat bekerja sama dengan Jamaika untuk mensinergikan strategi pembangunan, memperluas kerja sama di berbagai bidang, meningkatkan pertukaran antar masyarakat dan budaya, serta mengkonsolidasi landasan opini publik untuk persahabatan Tiongkok-Jamaika.
Sementara Holness mengatakan, bahwa Tiongkok tidak segan-segan memberikan bantuan, ketika Jamaika menghadapi kesulitan. Hal ini sangat mendukung pembangunan ekonomi Jamaika dan peningkatan kehidupan masyarakat, dan dengan jelas menunjukkan ketulusan Tiongkok dalam membantu negara-negara berkembang.
Kunjungan diplomat tinggi Tiongkok ke negara Karibia itu terjadi setelah kunjungannya ke Brasil, di mana ia bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva pada hari Jumat. Keduanya saling memuji kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-Brasil. (Global Times)