SHANGHAI, Radio Bharata Online - Shanghai saat ini memiliki 22 habitat satwa liar yang dikembangkan, dengan tujuan meningkatkan kondisi kelangsungan hidup dan reproduksi hewan liar.
Menurut Biro Administrasi Lansekap dan Penampilan Kota Shanghai, habitat satwa liar ini mencakup area seluas lebih dari 400 hektar. Pembangunan habitat semacam itu membantu meningkatkan keanekaragaman hayati regional, sekaligus menyediakan tempat bagi warga untuk belajar tentang satwa liar, dan menerima pendidikan terkait ilmu pengetahuan alam.
Menurut biro tersebut, melindungi habitat alami sangat penting untuk keberhasilan perlindungan satwa liar.
22 habitat satwa liar, bersama dengan 11 cagar alam dan 13 lahan basah tingkat kota besar, telah membentuk jaringan perlindungan di Shanghai.
Untuk melindungi spesies, terutama spesies asli seperti musang dan aligator Yangtze, habitat-habitat ini telah mengambil langkah-langkah termasuk restorasi ekologi, dan reintroduksi spesies.
Habitat-habitat ini juga menjadi contoh penting dalam membantu masyarakat, dalam memahami apa yang dimaksud dengan hidup berdampingan secara harmonis antara manusia dan alam, dan mereka secara rutin menyelenggarakan kegiatan, termasuk mengamati burung dan kegiatan lainnya, yang bertujuan untuk mempopulerkan, dan menumbuhkan kecintaan pada ilmu pengetahuan alam. (gov.cn)