BEIJING, Radio Bharata Online - Konferensi Tingkat Menteri Forum Kerjasama Tiongkok-Arab ke-10, sepenuhnya mencerminkan kesiapan kedua belah pihak, untuk melanjutkan persahabatan tradisional mereka, dan mendorong perkembangan hubungan Tiongkok-Arab.

Konferensi yang dibuka pada hari Kamis di Beijing itu, akan mempertemukan para menteri luar negeri atau perwakilan dari 22 negara Arab, dan Sekjen Liga Negara-negara Arab. Para kepala negara dari Bahrain, Mesir, Tunisia dan Uni Emirat Arab dijadwalkan menghadiri upacara pembukaan.

Li Chen, Duta Besar Urusan Forum Kerjasama Tiongkok-Arab di Kementerian Luar Negeri, kepada China Daily mengatakan, dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak akan memetakan jalur praktis untuk mendorong pembangunan komunitas Tiongkok-Arab dengan masa depan bersama pada tahap selanjutnya.

Menurut Li, Tiongkok dan negara-negara Arab juga akan mengambil kesempatan ini, untuk menyusun cetak biru pengembangan forum tersebut, dan menyuarakan keadilan dan perdamaian dalam berbagai topik dari negara-negara Selatan.

Mengingat tahun ini menandai peringatan 20 tahun forum tersebut, Li mengatakan, forum telah memberikan dorongan penting bagi kerja sama pragmatis Tiongkok-Arab.

Tiongkok telah menandatangani dokumen kerja sama Belt and Road dengan 22 negara Arab dan Liga Negara-negara Arab, di mana lebih dari 200 proyek besar telah dilaksanakan, memberikan manfaat bagi hampir 2 miliar orang di kedua belah pihak.

Kedua pihak juga telah mengintensifkan komunikasi, dan meningkatkan kerja sama di berbagai bidang termasuk perdagangan, energi, inovasi ramah lingkungan, dan perawatan kesehatan.

Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar negara-negara Arab selama bertahun-tahun, dan volume perdagangan Tiongkok-Arab mencapai rekor tertinggi sekitar 400 miliar dolar AS pada tahun 2022 dan 2023, meningkat lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan dengan 20 tahun sebelumnya. (China Daily)