CHENTANG, Radio Bharata Online - Setelah penangguhan selama empat tahun, pembukaan kembali titik perdagangan perbatasan tradisional antara Tiongkok dan Nepal di Shigatse, wilayah otonomi Xizang pada akhir pekan lalu, merupakan tonggak penting dalam kolaborasi ekonomi antar negara.
Sonam Nyima, wakil ketua daerah otonom, dan Narayan Kaji Shrestha, wakil perdana menteri dan menteri luar negeri Nepal, mengumumkan pembukaan kembali secara resmi, pada sebuah upacara di kota Chentang, di wilayah Dinggye Shigatse, pada hari Sabtu.
Acara tersebut disaksikan oleh pejabat pemerintah, pemimpin dari kedua belah pihak dan lebih dari 300 warga perbatasan.
Sonam Nyima mengatakan, pihaknya akan dengan teguh menerapkan kebijakan ramah pemerintah Tiongkok terhadap Nepal, terus mengupayakan strategi terbuka dan kerja sama yang saling menguntungkan, serta memperdalam kerja sama praktis di berbagai bidang, seperti pembangunan infrastruktur perdagangan perbatasan, peningkatan kapasitas bea cukai, dan pelaksanaan proyek untuk terus berlanjut, menciptakan masa depan cerah bagi hubungan Tiongkok-Nepal.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil PM Nepal, Shrestha mengatakan, bahwa Nepal dan Xizang memiliki potensi besar untuk kerja sama dalam perdagangan dan investasi. Dia mengatakan, Nepal menantikan lebih banyak investasi Tiongkok, dan menyambut wisatawan Tiongkok untuk berkunjung, serta untuk mengapresiasi keindahan alam dan warisan budaya Nepal.
Di Titik Perdagangan Perbatasan Tradisional Chentang, 110 pedagang Tiongkok dan 47 pedagang Nepal, melakukan transaksi mencakup lebih dari 50 jenis barang termasuk kebutuhan sehari-hari, bahan bangunan, makanan dan minuman, produk pertanian, dan kerajinan tangan Nepal.
Pada hari yang sama, beberapa titik perdagangan tradisional lainnya antara Tiongkok dan Nepal, yakni ; Shigatse di Mayum, wilayah Drongba; Tubarong, kabupaten Saga; Zonga, wilayah Gyirong; Zhashigang, wilayah Nyalam; Rongshar, daerah Dingri; dan Ri'og, wilayah Dinggye, juga dibuka kembali. (China Daily)