Beijing, Bharata Online - Guo Jiakun, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, mengatakan bahwa Tiongkok mendesak pihak Jepang untuk sungguh-sungguh merenung dan bertobat, mencabut pernyataan keliru Perdana Menteri Sanae Takaichi, dan berhenti bermain api serta semakin terjerumus ke jalan yang salah.
Guo Jiakun menyampaikan pernyataan tersebut dalam jumpa pers rutin pada hari Senin (8/12) di Beijing saat menanggapi pertanyaan mengenai dukungan Wakil Presiden Partai Demokrat Liberal Jepang, Taro Aso, terhadap pernyataan Takaichi terkait wilayah Taiwan di Tiongkok.
"Pernyataan politisi Jepang ini menunjukkan bahwa Perdana Menteri Takaichi dan para provokator sayap kanan di belakangnya masih salah menilai situasi, menolak untuk berintrospeksi atau mengoreksi kesalahan, menutup mata terhadap kritik dari dalam dan luar Jepang, meremehkan dan menutupi campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain serta ancaman kekerasan dengan mengabaikan fakta, tidak menunjukkan rasa hormat yang mendasar terhadap hukum internasional dan norma-norma dasar hubungan internasional, serta berupaya melepaskan diri dari tatanan internasional pascaperang dan menghidupkan kembali militerisme di Jepang dengan mengobarkan konflik dan konfrontasi. Hal ini seharusnya membuat negara-negara tetangga Jepang di Asia dan komunitas internasional waspada," ujar Guo.
"Perlu ditegaskan bahwa upaya untuk menarik perhatian dan meraup dukungan publik dengan memprovokasi Tiongkok adalah tindakan jahat dan sangat berbahaya. Kami mendesak pihak Jepang untuk sungguh-sungguh merenungkan dan bertobat atas kesalahannya, cukup menarik kembali pernyataan Perdana Menteri Takaichi yang keliru, berhenti bermain api, dan menghindari melangkah lebih jauh ke jalan yang salah," ujarnya.