New York, Bharata Online - Seorang utusan Tiongkok mengatakan pada hari Jumat (20/2) bahwa Jepang sama sekali tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan kursi tetap di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pertemuan negosiasi antar pemerintah tentang reformasi Dewan Keamanan PBB diadakan di markas besar PBB di New York pada hari Jumat (20/2), untuk membahas representasi yang adil dan peningkatan keanggotaan Dewan Keamanan serta hal-hal lain yang berkaitan dengan Dewan tersebut.

Dalam pidatonya, Fu Cong, Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, mengatakan bahwa tren multipolaritas di dunia saat ini tidak dapat diubah, dan kebangkitan kolektif negara-negara Selatan Global tidak dapat dihentikan. Menurutnya, sejak berdirinya Perserikatan Bangsa-Bangsa 80 tahun yang lalu, masih ada 59 negara anggota yang belum pernah diterima di Dewan Keamanan.

Fu mencatat bahwa representasi dan suara negara-negara berkembang harus ditingkatkan, dan lebih banyak negara kecil dan menengah dengan kebijakan luar negeri yang independen harus diizinkan untuk masuk ke Dewan Keamanan. Menurutnya, sangat penting untuk mengatasi ketidakadilan historis yang diderita Afrika dan membuat prioritas dan pengaturan khusus untuk tuntutan Afrika.

"Dewan Keamanan tidak boleh dibiarkan menjadi klub orang kaya dan besar. Reformasi tidak boleh hanya menguntungkan beberapa negara. Negara mana pun yang berpartisipasi dalam Dewan Keamanan harus mewakili kepentingan kawasannya. Mereka juga harus mendapatkan pengakuan luas dari negara-negara di kawasan tersebut," ujar Fu.

Fu menegaskan kembali bahwa Jepang tidak memenuhi syarat untuk mencari kursi tetap di Dewan Keamanan PBB.

"Akhirnya, saya ingin menekankan bahwa Jepang menolak untuk merenungkan kejahatan agresi historisnya, secara terbuka menginjak-injak tatanan internasional pasca-perang, dan mencampuri kedaulatan negara lain. Negara seperti itu tidak memiliki kualifikasi untuk menuntut menjadi anggota tetap Dewan Keamanan PBB," katanya.