SEMARANG, Bharata Online – Menghadapi potensi meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta kepada seluruh penyedia jasa transportasi angkutan umum, untuk memastikan pengemudi dan armada angkutannya layak jalan.
Hal tersebut disampaikan, menyusul terjadinya kecelakaan tunggal bus PO Cahaya Trans di simpang susun exit Tol Krapyak, Kota Semarang, pada Senin dini hari lalu, yang mengakibatkan 16 penumpang meninggal dunia, dan 18 lainnya mengalami luka-luka.
Luthfi menegaskan, kelelahan pengemudi menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas, sehingga tidak boleh dipaksakan untuk terus menyetir, ketika kondisi fisik tidak memungkinkan.
Saat mengunjungi korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans di RSUP dr Kariadi, Kota Semarang, Senin, Lutfi mengatakan kalau memang (sopir) lelah atau sudah di titik jenuh, segeralah istirahat, jangan dipaksakan, baik itu angkutan umum maupun kendaraan pribadi.
Menurutnya, Jawa Tengah sebagai jalur lintasan nasional, telah menyiapkan berbagai fasilitas istirahat, yang dapat dimanfaatkan oleh para pengemudi selama perjalanan.
Untuk mendukung keselamatan selama arus Nataru, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menyiagakan posko terpadu di berbagai terminal.
Lutfi berharap, seluruh penyedia jasa transportasi dapat lebih disiplin dalam menerapkan standar keselamatan, demi melindungi penumpang dan menekan angka kecelakaan, khususnya selama liburan Nataru. (Humas Jateng)