BEIJING, Radio Bharata Online - Data dari sumber statistik bea cukai yang dirilis pada hari Selasa, menyebutkan bahwa dalam 11 bulan pertama tahun 2024, total nilai perdagangan luar negeri Tiongkok mencapai 39,79 triliun yuan (US $5,49 triliun), meningkat 4,9 persen dari tahun ke tahun.  Di antaranya, ekspor mencapai 23,04 triliun yuan, tumbuh sebesar 6,7 persen, sementara impor mencapai 16,75 triliun yuan, meningkat sebesar 2,4 persen.

Pertumbuhan signifikan terjadi pada perdagangan umum dan perdagangan pemrosesan. Dalam 11 bulan pertama, nilai perdagangan umum Tiongkok mencapai 25,5 triliun yuan, meningkat 3,7 persen, yang mencakup 64,1 persen dari total perdagangan luar negeri. Selama periode yang sama, nilai perdagangan pemrosesan mencapai 7,22 triliun yuan, tumbuh 3,6 persen, yang mencakup 18,1 persen dari total.

Empat mitra dagang utama Tiongkok adalah ASEAN, Uni Eropa, Amerika Serikat, dan Korea Selatan, dengan perdagangan bilateral tumbuh masing-masing sebesar 8,6 persen, 1,3 persen, 4,2 persen, dan 6,3 persen.

Pada bulan November, Tiongkok mengumumkan serangkaian langkah kebijakan untuk mendorong pertumbuhan perdagangan luar negeri yang stabil. Kementerian Perdagangan negara tersebut, Administrasi Umum Bea Cukai, dan departemen lain, juga telah memperkenalkan langkah-langkah khusus untuk mempercepat pengembangan perdagangan dalam dan luar negeri yang terintegrasi, lebih mengoptimalkan lingkungan bisnis di pelabuhan, dan memfasilitasi pengurusan bea cukai bagi perusahaan. (CGTN)