Nanjing, Bharata Online - Kumpulan catatan sejarah baru yang mengungkap kekejaman yang dilakukan oleh tentara Jepang dalam Pembantaian Nanjing 1937 dirilis dalam sebuah upacara yang diadakan pada hari Jumat di sebuah museum di Kota Nanjing, Tiongkok timur, Provinsi Jiangsu.
Pembantaian yang terjadi setelah pasukan Jepang merebut Nanjing, ibu kota Tiongkok saat itu, pada 13 Desember 1937, menewaskan lebih dari 300.000 warga sipil dan tentara tak bersenjata Tiongkok.
Upacara hari Jumat (5/12) di Aula Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Penjajah Jepang diadakan beberapa hari sebelum peringatan 88 tahun salah satu episode paling biadab dalam Perang Dunia II.
Catatan sejarah yang dirilis meliputi surat-surat tentara Jepang, foto-foto yang diambil setelah pendudukan Nanjing oleh tentara Jepang, catatan arsip petugas medis militer yang gugur dalam mempertahankan Nanjing, serta terbitan berkala berbahasa Inggris dan Prancis.
Para analis mengatakan catatan sejarah yang baru dirilis tersebut memberikan bukti yang tak terbantahkan untuk memulihkan kebenaran sejarah dan merupakan sanggahan yang kuat terhadap klaim kekuatan sayap kanan Jepang.