BEIJINGN, Radio Bharata Online - Sambil memegang dua karung dan sekop, dua petugas polisi lalu lintas bernama Cao Chun dan Wu Yulei, membantu lebih dari 50 mobil yang terjebak di sebuah jembatan di Wuhan, provinsi Hubei, selamat dari badai salju yang melanda pada Sabtu malam.

Mereka mendorong mobil selama lebih dari tiga jam dalam cuaca dingin, terkadang tersedak asap knalpot atau terjatuh di jalan licin, namun berkat upaya mereka berdua, lalu lintas di jembatan kembali normal pada Minggu pagi.

Seperti halnya Cao dan Wu, semua petugas polisi lalu lintas di Wuhan telah bertugas di tengah hujan dan salju yang sangat dingin. 

Lebih dari 900 unit patroli dan 54 kantor polisi telah membantu menjaga pergerakan lalu lintas di jalan dan jembatan utama, layanan kereta api di stasiun kereta api, dan penerbangan di Bandara Internasional Tianhe Wuhan, sebagai bagian dari langkah komprehensif pemerintah kota, untuk memastikan keselamatan masyarakat di tengah kesibukan perjalanan liburan.

Hujan dan salju yang membekukan telah melanda kota tersebut, serta wilayah tengah dan timur Tiongkok yang luas, termasuk provinsi Henan, Hunan dan Jiangxi, sejak Kamis pekan lalu. 

Pada hari Minggu, Pusat Meteorologi Nasional memperkirakan Cuaca buruk akan berlangsung selama berhari-hari, dan kembali mengeluarkan peringatan oranye untuk badai salju.

Oranye merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi kedua dalam sistem peringatan cuaca berkode warna empat tingkat, di negara tersebut.

Cuaca buruk ini bertepatan dengan kesibukan perjalanan Festival Musim Semi selama 40 hari, yang dimulai pada 26 Januari, sehingga menimbulkan tantangan serius bagi wisatawan, petugas serta penyedia layanan.

Untuk bersiap menghadapi cuaca buruk dan potensi bencana selama liburan, kantor umum Komite Sentral PKT dan Dewan Negara mengeluarkan pemberitahuan pada hari Kamis, mendesak pihak berwenang di seluruh negeri untuk memastikan layanan transportasi yang aman dan lancar.

Regulator transportasi dan penyedia layanan telah mengadopsi serangkaian langkah untuk memastikan tanggap darurat dan menjamin keselamatan para pelancong.

China State Railway Group, operator kereta api nasional, telah melakukan upaya untuk memitigasi risiko keselamatan dengan menghentikan operasi, atau mengurangi kecepatan kereta di beberapa wilayah, termasuk provinsi Hunan, Hubei dan Guangdong serta Shanghai.

Penumpang yang terkena dampak penangguhan layanan kereta api, berhak mengajukan pengembalian uang tiket secara penuh, dengan loket tambahan dibuka di stasiun kereta api untuk memfasilitasi pengembalian uang, dan juga memproses setiap permintaan perubahan tanggal perjalanan.

Sementara itu, inspeksi terhadap rute-rute utama, jembatan, terowongan dan infrastruktur penting lainnya, sedang dilakukan oleh departemen perkeretaapian.

Pemantauan terus menerus terhadap saklar jalur atau wessel, saluran udara dan beberapa unit listrik, juga dilakukan untuk memastikan kondisi peralatan dan fasilitas kereta api yang baik.

Staf dan peralatan tambahan telah dikerahkan untuk operasi pembersihan salju dan penghilangan lapisan es. Lokomotif diesel cadangan dan staf penyelamat telah dikerahkan di jalur dan pusat kereta api utama, untuk menangani potensi keadaan darurat.

Di Henan, di mana beberapa daerah dilanda cuaca buruk, semua stasiun kereta api akan tetap buka sepanjang waktu, untuk menawarkan layanan berkelanjutan bagi penumpang.

Kepala stasiun ZHengzhou, Zhao Jingfei, kepada China Central Television mengatakan, pihaknya telah mengaktifkan rencana tanggap darurat, memasang tikar di pintu masuk dan peron untuk mencegah penumpang tergelincir, dan mengerahkan staf tambahan.

Akibat cuaca buruk ini, banyak wisatawan yang mengalami penundaan atau pembatalan perjalanan.

Menurut Grup Bandara Hubei, pada Minggu siang, 315 penerbangan telah dibatalkan di Bandara Internasional Tianhe Wuhan.

Di provinsi tetangga Anhui, lebih dari 95 stasiun tol menolak masuknya kendaraan pada Minggu pagi, karena salju dan suhu yang sangat dingin. (China Daily)