Islamabad, Radio Bharata Online - Keberhasilan peluncuran satelit ICUBE-Q milik Pakistan oleh misi Chang'e-6 milik Tiongkok menandai langkah penting dalam kolaborasi antara kedua negara dalam eksplorasi luar angkasa.

Pada 10 Mei 2024, Tiongkok mengirimkan data yang disediakan oleh satelit kubus di atas pesawat luar angkasa Chang'e-6 ke Pakistan.

ICUBE-Q dikembangkan oleh Institut Teknologi Antariksa Pakistan dan Universitas Jiao Tong Shanghai, Tiongkok. Wahana Chang'e-6 diluncurkan pada 3 Mei lalu dan membawa empat muatan internasional, termasuk ICUBE-Q. ICUBE-Q berpisah dari pengorbit Chang'e-6 pada tanggal 8 Mei 2024 untuk melakukan kegiatan eksplorasi seperti mengambil gambar Bulan.

Satelit ICUBE-Q merupakan hasil dari proyek kerja sama eksplorasi bulan pertama antara Tiongkok dan Pakistan.

Sebuah tim Tiongkok dari Shanghai Jiao Tong University mengunjungi Pakistan sebelum peluncuran Chang'e-6, membawa replika satelit untuk ditunjukkan kepada para siswa Pakistan.

Syed Azish Ali Bukhari, seorang peneliti dan insinyur komunikasi di Institut Teknologi Antariksa Pakistan, menekankan pentingnya kolaborasi ini.

"Kolaborasi dengan Tiongkok sangat penting, ini menandakan kerja sama global," katanya.

"Ini benar-benar memberikan dorongan besar bagi kaum muda kami sehingga mereka dapat menantikan proyek-proyek semacam itu dan bahkan proyek-proyek yang lebih kompleks dan lebih besar di masa depan," kata Profesor Qamar Ul-Islam, Direktur Laboratorium Sistem Luar Angkasa di Institut Teknologi Luar Angkasa Pakistan.

Wahana Chang'e-6 milik Tiongkok meluncur dari permukaan Bulan pada Selasa (4/6) pagi, membawa sampel yang dikumpulkan dari sisi jauh Bulan, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah eksplorasi Bulan oleh manusia.