JAKARTA, Bharata Online - Pemerintah akan melakukan operasi modifikasi cuaca untuk meminimalisir curah hujan di Pulau Sumatra. Hal tersebut dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, sebagai tindak lanjut dari bencana banjir di Pulau Sumatra.

Pratikno menyatakan, bencana di Pulau Sumatera merupakan imbas dari adanya siklon tropis senyar. Adapun siklon tropis senyar, memiliki kecepatan angin mencapai 80 kilometer per jam. Namun menurut BMKG, saat ini siklon tropis tersebut mulai menurun. Oleh karena itu, pemerintah akan  melakukan operasi modifikasi cuaca. Melalui operasi itu, pemerintah berupaya mengalihkan curah hujan ke arah lautan.

Sejauh ini pemerintah telah mengirimkan bantuan untuk korban bencana di Sumatra. Pengiriman bantuan dilakukan melalui Landasan Udara Halim Perdanakusuma, pada Jumat pagi.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan, pengiriman bantuan dilakukan berdasar instruksi Presiden Prabowo Subianto. Bantuan itu dikirimkan dengan empat pesawat milik TNI.

Menurut Teddy, beberapa bantuan yang dikirimkan, yakni 150 tenda, 64 perahu karet, genset, 100 alat komunikasi, serta makanan siap saji. Alat komunikasi disalurkan untuk membantu melancarkan arus komunikasi yang terputus di Pulau Sumatera imbas bencana.

Teddy menyatakan, pengiriman bantuan untuk korban bencana Sumatera telah dilakukan sejak 25 November 2025. Pemerintah melalui Kemenko PMK mengoordinir pengiriman bantuan tersebut. [Tirto.id]