Bharata Online – Di Tiongkok, Piala Dunia FIFA 2026 muncul sebagai lebih dari sekadar acara olahraga global, dengan sentimen konsumen, keterlibatan sosial, dan investasi merek yang menunjukkan evolusinya, menjadi platform budaya dan komersial yang lebih luas.

Menurut laporan media Kantar, sekitar 59,2 persen responden Tiongkok menyatakan sangat menyukai Piala Dunia.  Dibandingkan dengan persepsi tiga tahun sebelumnya, konsumen semakin mengaitkan turnamen tersebut dengan ciri-ciri termasuk petualangan, ambisi, dan daya tarik internasional.

Program budaya yang berprofil tinggi, inisiatif upacara pembukaan, dan kemitraan penyiaran yang diperluas, semakin meningkatkan kemampuan acara tersebut untuk menghasilkan nilai di luar lapangan.

Piala Dunia semakin berfungsi sebagai ekosistem konten, menciptakan peluang bagi merek untuk membangun keterlibatan jangka pendek, dan koneksi konsumen jangka panjang.

Menurut Kantar, Piala Dunia terus menarik minat yang lebih kuat di kalangan konsumen pria, tetapi audiens wanita menunjukkan potensi komersial yang setara.

Data Influencers Monitor dalam laporan tersebut menunjukkan bahwa 71,8 persen responden pria di Tiongkok, melaporkan tingkat kesukaan yang tinggi terhadap Piala Dunia sepak bola, dibandingkan dengan 43,3 persen di kalangan wanita. Namun, perbedaan tersebut menyempit secara signifikan ketika mengukur niat pembelian.

Hampir setengah dari responden perempuan, atau 49,3 persen, mengatakan mereka akan membeli produk atau layanan dari merek yang terkait dengan Piala Dunia, dibandingkan dengan 50,6 persen responden laki-laki.

Temuan ini menunjukkan bahwa turnamen tersebut bergerak melampaui posisi tradisionalnya, sebagai ajang olahraga yang berfokus pada laki-laki.   (Sumber : China Daily)