New York, Radio Bharata Online - Seorang utusan Tiongkok mengatakan pada hari Kamis (16/5) bahwa Misi Bantuan PBB untuk Irak atau UN Assistance Mission for Iraq (UNAMI) harus secara bertahap merampingkan dan menarik diri dari Irak.
Pemerintah Irak pada tanggal 8 Mei 2024 menulis surat kepada Sekretaris Jenderal PBB, meminta penghentian operasi UNAMI pada akhir tahun 2025.
Pertemuan yang diadakan oleh Dewan Keamanan PBB membahas masalah ini. Geng Shuang, Wakil Perwakilan Tetap Tiongkok untuk PBB, mengatakan bahwa untuk saat ini situasi di Irak terus membaik sehingga sudah waktunya bagi UNAMI untuk merampingkan dan menarik diri dari negara tersebut.
"Dewan Keamanan PBB harus membuat rencana dan pengaturan masa depan untuk UNAMI berdasarkan kehendak pemerintah Irak, referensi laporan penilaian strategis independen, serta perpanjangan otorisasi UNAMI pada akhir bulan ini. Dengan melakukan hal tersebut, perampingan bertahap, transisi yang stabil, dan penarikan akhir UNAMI akan dapat dipastikan," ujar Geng.
UNAMI merupakan misi politik khusus yang dibentuk pada tahun 2003 melalui Resolusi Dewan Keamanan PBB 1500, atas permintaan pemerintah Irak.
Mandatnya adalah untuk memprioritaskan pemberian saran, dukungan, dan bantuan kepada pemerintah dan rakyat Irak dalam memajukan dialog politik yang inklusif serta rekonsiliasi tingkat nasional dan masyarakat.
Selain itu, juga membantu proses pemilihan umum, memfasilitasi dialog regional antara Irak dan negara-negara tetangganya, serta mendorong perlindungan hak asasi manusia dan reformasi peradilan dan hukum.
Untuk saat ini, periode wajib misi tersebut akan berakhir pada akhir Mei 2024.