Beijing, Radio Bharata Online - Tiongkok telah melayani dengan sangat baik selama masa jabatannya yang sangat panjang sebagai ketua untuk pertemuan ke-15 Konferensi Para Pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati, yang dikenal sebagai COP15, kata Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Direktur Eksekutif Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, Inger Andersen, pada hari Selasa (28/5).
Andersen juga memuji kerja keras Tiongkok selama enam tahun sebagai ketua COP15 setelah upacara penandatanganan Dana Keanekaragaman Hayati Kunming di Beijing pada hari yang sama.
Sejak November 2018, Tiongkok telah memegang tampuk kepemimpinan COP15. Sebagai salah satu acara keanekaragaman hayati multilateral terpenting di dunia, COP 15 diselenggarakan dalam dua tahap: pertama di Kunming, Tiongkok dari 11 hingga 15 Oktober 2021 dalam format hibrida, dan yang kedua di Montreal, Kanada dari 7 hingga 19 November 2022.
Selama masa jabatannya, Tiongkok telah mengambil inisiatif untuk mendirikan Dana Keanekaragaman Hayati Kunming dan memimpin pembentukan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal yang berhasil. Selain itu, Tiongkok juga telah membentuk dana keanekaragaman hayati global.
"Tidak ada negara lain yang pernah menjabat sebagai ketua COP dalam jangka waktu yang lama, sehingga jabatan selama enam tahun ini merupakan beban yang berat untuk dipikul oleh Tiongkok bagi dunia. Namun, Tiongkok telah menjalankannya dengan baik," kata Anderson.
Anderson mengungkapkan harapannya untuk COP16 mendatang, berharap ada kemajuan nyata dalam hal pendanaan.
"Dan saat ini Tiongkok memimpin komite ilmiah dan teknis yang sedang mempersiapkan COP16. Pada COP16, kami berharap dapat melihat kemajuan nyata dalam hal pendanaan, dan dana ini merupakan langkah besar menuju ke arah tersebut. Jadi saya berharap dari COP16 kita akan terus melihat ambisi tinggi yang telah ditempatkan oleh Tiongkok dalam kerangka kerja keanekaragaman hayati global," ujar Anderson.
Kolombia akan menjadi tuan rumah pertemuan ke-16 Konferensi Para Pihak Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP16) dari tanggal 21 Oktober hingga 1 November 2024.