Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, memimpin jumpa pers rutin pada Hari Rabu kemarin (20/9). 

Ekspo Tiongkok-ASEAN (CAEXPO) ke-20 dan KTT Bisnis dan Investasi Tiongkok-ASEAN telah ditutup pada hari Rabu (20/9) kemarin. Seorang wartawan menanyakan, apa makna ekspo dan KTT tersebut bagi hubungan Tiongkok-ASEAN, dan apa harapan Tiongkok terhadap perkembangan hubungan Tiongkok-ASEAN tahap selanjutnya? 

Mao Ning menjawab, “CAEXPO sudah berlangsung selama 20 tahun, dan telah menyaksikan pertukaran antara Tiongkok dan ASEAN yang terus meningkat, dan kerja sama yang terus diperluas. Volume perdagangan Tiongkok-ASEAN meningkat 16,8 kali lipat selama 20 tahun ini, persentase agregat ekonomi regional dalam global naik dari 6,1 % pada tahun 2003 hingga 21,5% pada tahun 2022, taraf kehidupan rakyat berpopulasi 2 miliar orang meningkat secara signifikan. Hubungan Tiongkok-ASEAN sudah menjadi teladan yang paling sukses dan bervitalitas dalam kerja sama regional Asia Pasifik.

Berdiri di titik permulaan yang baru, Tiongkok akan terus melaksanakan konsep diplomasi periferalnya, yaitu ramah, tulus, saling menguntungkan dan inklusif, bersama dengan negara-negara ASEAN, membentuk komunitas senasib sepenanggungan Tiongkok-ASEAN yang lebih erat, serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan dan kemakmuran kawasan maupun dunia. 

Pewarta : CRI