Beijing, Bharata Online - Perdana Menteri Tiongkok, Li Qiang, menguraikan pencapaian utama yang diraih Tiongkok pada tahun 2025 saat menyampaikan Laporan Kerja Pemerintah tahunan pada pertemuan pembukaan sesi keempat Kongres Rakyat Nasional ke-14 (KRN), badan legislatif tertinggi Tiongkok, pada hari Kamis (5/3) di Beijing.

Xi Jinping dan para pemimpin Partai dan negara lainnya turut menghadiri pertemuan pembukaan tersebut.

Dalam laporan tersebut, Li mengatakan Tiongkok menerapkan kebijakan makro yang lebih proaktif dan efektif serta berupaya mempertahankan kinerja ekonomi yang stabil pada tahun 2025.

"Pada awal tahun, kami mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi yang kompleks dan bergejolak. Ekonomi Tiongkok dengan demikian berada pada posisi yang baik untuk memulai dengan baik dan membangun momentum yang kuat pada kuartal pertama. Mulai kuartal kedua dan seterusnya, sebagai respons terhadap perkembangan baru yang dihadapi ekonomi, khususnya dampak kenaikan tarif AS, kami sepenuhnya memanfaatkan kebijakan yang sudah ada dan memperkenalkan berbagai langkah yang lebih kuat untuk mempertahankan lapangan kerja dan stabilitas ekonomi. Langkah-langkah ini secara efektif meredam tekanan ekonomi ke bawah dan memastikan terpenuhinya tujuan utama tahun ini," ujar Li.

Pada tahun 2025, Tiongkok mengejar pembangunan yang didorong oleh inovasi dan terus membangun sistem industri yang modern. Selain itu, Tiongkok terus menerapkan rencana strategis untuk secara komprehensif membangun kekuatannya dalam meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi strategis negara, kata Li.

"Kami semakin memperdalam reformasi dan keterbukaan serta memastikan kelancaran sirkulasi dalam perekonomian nasional. Upaya yang lebih besar dilakukan untuk mempertahankan kinerja perdagangan luar negeri yang stabil. Ekspor tahun ini tumbuh sebesar 6,1 persen," kata Perdana Menteri.

Menurut Li, Tiongkok telah maju dengan strategi urbanisasi baru dan revitalisasi pedesaan secara menyeluruh, serta mempromosikan pembangunan terkoordinasi antara daerah perkotaan dan pedesaan serta antar wilayah yang berbeda.

"Kami mengambil langkah konkret untuk memastikan bahwa upaya untuk mengkonsolidasi dan memperluas pencapaian pengentasan kemiskinan selaras dengan upaya revitalisasi pedesaan. Jumlah orang yang bekerja di antara mereka yang terbebas dari kemiskinan tetap di atas 30 juta," ujarnya.

Li juga meninjau pencapaian diplomatik utama Tiongkok pada tahun 2025, menggarisbawahi peran negara dalam urusan global.

"Pada tahun 2025, kami membuat kemajuan baru dalam melakukan diplomasi negara besar dengan ciri khas Tiongkok. Kami memainkan peran positif dan konstruktif dalam mengatasi tantangan global dan menyelesaikan isu-isu penting di tingkat regional dan internasional. Dengan upaya-upaya ini, Tiongkok memberikan kontribusi penting bagi perdamaian dan pembangunan global," ungkapnya.