Chongqing, Bharata Online - Konsumsi domestik Tiongkok meningkat seiring dengan insentif yang didukung pemerintah, seperti program tukar tambah barang konsumsi, yang mendorong pengeluaran riil rumah tangga dan momentum pasar yang lebih luas.
Sebanyak 250 miliar yuan (sekitar 614 triliun rupiah) dalam bentuk obligasi pemerintah khusus jangka sangat panjang telah dialokasikan tahun ini untuk mendukung program tukar tambah barang konsumsi, kata Menteri Keuangan Tiongkok, Lan Fo'an, dalam konferensi tahunan Forum Pembangunan Tiongkok 2026 pada hari Sabtu (21/3).
Ia juga mencatat bahwa 100 miliar yuan (sekitar 245 triliun rupiah) dana fiskal-keuangan baru akan dibentuk untuk meningkatkan permintaan domestik.
Program tukar tambah barang konsumsi hingga saat ini telah menghasilkan 47,623 juta transaksi penjualan, naik 15,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga total penjualan mencapai 323,26 miliar yuan (sekitar 793 triliun rupiah), meningkat 3,2 persen dari tahun lalu.
"Anak saya sudah lama menginginkan laptop baru, tetapi harganya mahal. Dengan diluncurkannya program subsidi nasional dan dukungan yang lebih kuat, saya bisa menghemat lebih dari 1.000 yuan untuk pembelian laptop. Jumlah subsidinya cukup besar, dan kami memutuskan untuk membelikannya laptop baru," ujar Tong Li, seorang warga Chongqing.
Skenario konsumsi yang lebih mendalam dan berbasis pengalaman juga bermunculan, sementara film dan konser memperluas rantai konsumsi.
"Saya datang ke Ningbo untuk sebuah konser. Karena musim semi telah tiba, saya berencana untuk berkeliling Ningbo dan menikmati pemandangannya. Ningbo adalah kota yang sangat indah," kata seorang turis.
"Konser tersebut mendatangkan banyak turis dari tempat lain. Sambil menikmati suasana di lokasi, mereka juga datang untuk mencoba makanan lezat Shenzhen. Jumlah pengunjung meningkat secara signifikan di malam hari," tutur seorang pekerja katering di kota Shenzhen, Tiongkok selatan.
Tiongkok memperkenalkan 12 langkah yang menargetkan berbagai bidang seperti transportasi, layanan rumah tangga, perjalanan jangka panjang, dan acara olahraga untuk meningkatkan dan memperluas konsumsi layanan pada tahun 2026. Dalam dua bulan pertama tahun ini, penjualan ritel jasa di Tiongkok meningkat 5,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, melampaui pertumbuhan penjualan ritel barang.