Bharata Online - Ketika diminta untuk mengomentari popularitas drama sejarah Pedang Menjadi Bajak di kedua sisi Selat Taiwan, Juru Bicara Kantor Dewan Negara Urusan Taiwan, Zhang Han, pada hari Rabu mengatakan, bahwa perhatian dan perdebatan seputar alur cerita drama dan sejarah di baliknya, sepenuhnya mencerminkan, bahwa perdamaian adalah aspirasi bersama warga negara di kedua sisi.

Drama televisi "Pedang Menjadi Bajak", yang berlatar belakang sejarah periode Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan, mengeksplorasi pertanyaan mendalam tentang "bagaimana perdamaian abadi dapat dicapai.

Zhang mencatat bahwa drama tersebut menyoroti karakter pemersatu yang kuat dari peradaban Tiongkok, dan menyampaikan keyakinan abadi bangsa Tionghoa dalam menentang perpecahan dan mengejar persatuan, serta semangat melayani kebaikan yang lebih besar, bagi negara dan rakyat.

Zhang mengatakan, sejarah adalah buku teks terbaik dan juga sumber penjelasan terbaik. Perhatian dan diskusi di antara penonton di kedua sisi Selat Taiwan mengenai alur drama "Pedang Menjadi Bajak" dan sejarah di baliknya, sepenuhnya mencerminkan bahwa perdamaian adalah aspirasi bersama warga negara di kedua sisi.

Zhang dengan tulus berharap, bahwa semua warga Taiwan akan menghargai perdamaian, seperti mereka menghargai mata mereka sendiri, mengejar reunifikasi seperti mereka mengejar kebahagiaan dalam hidup, dengan teguh menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, dan secara aktif berpartisipasi dalam memajukan reunifikasi damai tanah air. (Global Times)