Beijing, Radio Bharata Online - Menurut Dilma Rousseff, Presiden New Development Bank (NDB), lanskap ekonomi global yang berubah telah meningkatkan peran penting Tiongkok di panggung dunia.
Pernyataan Rousseff ini disampaikan dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN), dalam kunjungannya ke Beijing untuk berpartisipasi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Promosi Perdagangan dan Investasi Global 2024 pada hari Senin (13/5).
"Kami melihat bahwa AS dan beberapa negara Eropa mengalihkan rantai pasokan mereka dari Tiongkok ke pasar negara berkembang lainnya, dan pandemi Covid-19 hanya mempercepat tren tersebut. Tetapi jika Anda melihat pasar-pasar negara berkembang tersebut, mereka masih sangat bergantung pada sektor manufaktur Tiongkok. Tiongkok adalah pusat industri No. 1 di dunia, dan negara ini berkontribusi pada hampir sepertiga pertumbuhan global. Itu berarti apa pun yang terjadi pada globalisasi pada gilirannya telah meningkatkan kepentingan Tiongkok dalam ekonomi global. Tiongkok telah membantu menjamin bahwa ekonomi dunia terus tumbuh. Dan saya pikir Tiongkok sendiri juga terus berkembang, menerapkan semua teknologi baru. Itulah bagaimana baterai lithium, produk fotovoltaik, dan kendaraan listrik dapat mendorong ekspor negara ini," ujar Rousseff.
Rousseff, yang menjabat dari 2011 hingga 2016 sebagai presiden Brasil, juga memuji komitmen Tiongkok untuk membuka diri dan bekerja sama.
"Sementara itu, Tiongkok berpegang teguh pada kebijakan-kebijakan keterbukaannya, alih-alih proteksionisme. Tiongkok adalah importir barang utama, dan juga investor terkemuka di banyak negara berkembang lainnya. Prakarsa Sabuk dan Jalan Tiongkok telah mendukung proyek-proyek infrastruktur di negara-negara lain, yang telah meletakkan fondasi yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan ekonomi mereka. Gagasan pertumbuhan bersama tidak mementingkan diri sendiri, ini benar-benar merupakan cara baru bagi negara-negara untuk saling menghormati dan bekerja sama," ujarnya.
Bank Pembangunan Baru, yang sebelumnya disebut sebagai Bank Pembangunan BRICS, adalah sebuah bank pembangunan multilateral yang didirikan oleh negara-negara BRICS yaitu Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.