BEIJING, Radio Bharata Online - Dalam laporannya pada Senin sore, People's Daily menyebutkan, dua orang ditemukan tewas di distrik Mentougou, Beijing barat, setelah berhari-hari hujan lebat tak henti-hentinya.  Sejak hari Minggu, distrik Mentougou, bersama dengan distrik-distrik lain di ibu kota Tiongkok, telah mengalami curah hujan terberat dalam satu dekade terakhir.

Antara Sabtu pukul 08.00 dan Senin pukul 06.00, curah hujan rata-rata kota adalah 138,3 mm, dengan total curah hujan 2,097 miliar meter kubik.

Liu Bin, wakil komandan Kantor Pengendalian Banjir Kota Beijing mengatakan, curah hujan rata-rata di kota telah mencapai tingkat badai yang terjadi pada sebelas tahun yang lalu, yang merenggut nyawa 79 orang.

Banyak video yang beredar online menunjukkan bahwa hujan deras berhari-hari menyebabkan banjir bandang, dan genangan air di pinggiran kota dan daerah pegunungan di Beijing barat, terutama Mentougou.

Data dari departemen pengendalian banjir kota Beijing, menunjukkan bahwa di seluruh kota, lebih dari 52.384 orang yang terdampak banjir, dievakuasi ke tempat aman pada Senin malam. Banjir telah memaksa ditutupnya 107 jalan pegunungan.

Menurut kantor pengendalian banjir Beijing, curah hujan menyebabkan genangan air dan kerusakan jalan di banyak bagian Mentougou serta tanah longsor dan banjir bandang.

Observatorium Meteorologi Kota Beijing pada hari Senin mengeluarkan sinyal peringatan merah untuk hujan badai di beberapa daerah, sementara Stasiun Hidrologi Beijing, baru meningkatkan peringatan merah untuk banjir pada Senin pagi.

Hingga Rabu, distrik Fangshan, Mentougou, dan Fengtai di Beijing berisiko tinggi mengalami bencana geologi seperti tanah longsor.

Menurut video amatir yang dikirim ke Global Times pada hari Senin, banyak orang sedang menunggu penyelamatan di tempat yang lebih tinggi, dan banyak mobil tersapu oleh arus banjir yang deras.

Beberapa video lain yang diambil di Mentougou menunjukkan bahwa air telah membanjiri jembatan dan mengalir ke beberapa restoran dan supermarket besar. (Global Times)