Beijing, Radio Bharata Online - Li Qun, Direktur Administrasi Warisan Budaya Nasional Tiongkok, pada hari Jum'at (28/7) mengatakan pihaknya berjanji untuk lebih mengintensifkan upaya untuk melindungi peninggalan dan warisan budaya Tiongkok.
Berbicara dalam sebuah konferensi pers di Beijing, Li, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, memberikan penjelasan kepada media mengenai upaya dan kemajuan Tiongkok dalam perlindungan peninggalan budaya.
"Kami akan semakin memperkuat perlindungan peninggalan budaya dan warisan budaya. Kami akan selalu melindungi warisan budaya kami yang berharga seperti kami menghargai kehidupan kami. Kami telah mendorong revisi Undang-Undang Perlindungan Peninggalan Budaya, dan membuat kemajuan positif dalam perlindungan peninggalan budaya, pemanfaatan nilainya, pemulihan peninggalan budaya yang terlantar, dan tindakan keras terhadap kejahatan peninggalan budaya," jelasnya.
Li mencatat penemuan dua bangkai kapal kuno dari Dinasti Ming (1368-1644) di Laut Tiongkok Selatan pada bulan Oktober lalu, dan menggambarkannya sebagai sebuah terobosan besar dalam arkeologi laut dalam.
"Kami telah melakukan upaya proaktif dan mengorganisir 268 proyek arkeologi. Kami juga mengadakan pameran khusus tentang asal-usul dan perkembangan awal peradaban Tiongkok, mempromosikan studi mendalam yang berkelanjutan tentang sejarah peradaban Tiongkok. Tiongkok telah membuat terobosan besar dalam arkeologi laut dalam, dengan ditemukannya bangkai kapal kuno berskala besar di perairan dalam Laut Tiongkok Selatan. Kami menempatkan basis pemetaan bawah air permanen di sudut barat daya area akumulasi inti situs kapal karam. Arkeologi bawah air telah mencapai tahap baru dalam arkeologi laut dalam," paparnya.
Menurut Li, lebih dari 90 persen dari 6.565 museum di seluruh Tiongkok terbuka untuk umum secara gratis, sehingga memungkinkan lebih banyak orang untuk melihat harta karun yang ditemukan.
"Kami telah meningkatkan penyebaran dan pengaruh peninggalan budaya. Saat ini, mengunjungi pameran di museum telah menjadi kegiatan rekreasi baru bagi masyarakat. Permintaan kunjungan melonjak terutama selama liburan musim panas yang sedang berlangsung. Kami berupaya untuk memanfaatkan museum sebagai sekolah besar. Saat ini, kami memiliki 6.565 museum di seluruh Tiongkok, di mana lebih dari 90 persen di antaranya dapat diakses secara gratis," ujarnya.