Baru-baru ini, terdampak oleh hujan deras, kereta api K396 yang bertolak dari stasiun Wuhai Barat, Mongolia Dalam ke Stasiun Fengtai, Beijing terpaksa berhenti di stasiun Luopoling, Distrik Mentougou, Beijing. Keselamatan 900 penumpang menjadi kekhawatiran seluruh masyarakat.

Kereta Berhenti secara Darurat dalam Hujan Deras

Pada tanggal 30 Juli pukul 14.57, kepala stasiun Luopoling Ma Ruixin menerima kabar permintaan bantuan material dari kereta K396. Dia segera mengontak kios-kios di desanya, bersama para pekerja lainnya mengantarkan barang bantuan gelombang pertama sebanyak 20 kotak mi instan.

Makanan telah habis dengan cepat, tak lama kemudian, Ma Ruixin mendengar kabar darurat persediaan makanan yang habis. Kali ini, mereka segera mengumpulkan 13 macam makanan termasuk mi instan dan sosis dari kios-kios desa sekitar.

Makanan tersebut diberikan terlebih dulu kepada anak-anak dan kaum lansia. Tuan Feng mengenang kembali pengalamannya di atas kereta K396, anak-anak dan kaum lansia tidak hanya mendapat makanan terlebih dulu, jumlahnya pun lebih banyak, bahkan ditambahkan lagi dengan beberapa mi instan.

Evakuasi: Warga di desa sekitar membagikan barang-barang kepada penumpang

Pada tanggal 31 Juli siang, sinyal terputus, jalan tanah mengalami kerusakan serius. Badan terkait memutuskan untuk mengevakuasi para penumpang kereta api ke tempat yang aman.

Satu jam kemudian, sebanyak 700 orang penumpang dipindahkan oleh para staf stasiun kereta api dan komite komunitas Luopiling ke lapangan komunitas, asrama staf kereta api dan rumah penduduk desa, sisanya sekitar 200 orang beristirahat di dalam gerbong kereta api.

Jaringan listrik di Luopoling berkali-kali terputus, persediaan barang-barang penduduk di situ pun tidak cukup, namun mereka membagikannya saat mendengar para penumpang memerlukan makanan. Barang-barang darurat telah dikeluarkan oleh komunitas Luopoling, penduduk-penduduk Luopoling memasak bubur, mi, dan memberikan sayur asin kepada para penumpang.

Di antara penumpang kereta yang terjebak dalam bencana tersebut, ada lebih dari 40 anak-anak yang usianya rata-rata di antara 11-13 tahun, para staf penyelamat menempatkan mereka di sebuah aula besar yang kondisinya relatif baik. Tuan Zhao mengatakan, banyak orang yang menjaga anak-anak itu, memberikan banyak makanan termasuk biskuit dan permen.

Pada tanggal 1 Agustus lalu, tim SAR datang, mereka menemukan kereta api tersebut dan sukses berkontak dengan dunia luar menggunakan telepon satelit. Kemudian, 40 anggota pasukan mobilitas dari tim kepolisian Beijing tiba di stasiun Luoponling setelah berjalan kaki selama 4 jam, mereka mengantarkan barang-barang bantuan gelombang pertama untuk para penumpang kereta K396. Setelah itu, sekitar 500 polisi militer berturut-turut datang membawa makanan, pakaian dan obat-obatan.

Meninggalkan lokasi: Tim SAR menjaga dan mengantar penumpang

Pada tanggal 2 Agustus pagi, 328 penumpang gelombang pertama mulai dievakuasi ke kaki gunung, menaiki kereta pengantar ke Stasiun Fengtai, Beijing. Dikabarkan, saat meninggalkan Luopoling, setiap penumpang dijaga dan diantar oleh tim SAR.

Pada tanggal 2 Agustus sore, 328 penumpang gelombang pertama telah tiba dengan selamat di stasiun Fengtai, Beijing. Sejauh ini, semua penumpang yang terdampak oleh hujan deras telah sukses dievakuasi.

Pewarta : CRI