Xiamen, Bharata Online - Sutradara film ternama Tiongkok, Zhang Yimou, mendorong para sineas untuk tetap setia dan meneruskan aspirasi awal mereka di era kecerdasan buatan (AI) yang telah membawa dampak signifikan bagi industri perfilman.

Sejak kelahiran sinema Tiongkok 120 tahun yang lalu, industri perfilman telah berkembang pesat, tetapi kekuatan seni visual dan audio yang dapat dinikmati masyarakat ini tetap tidak berubah, ujar Zhang dalam wawancara baru-baru ini dengan China Central Television (CCTV) di sela-sela upacara penganugerahan di Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok timur.

"Anda dapat melihat betapa Tiongkok telah berubah selama 120 tahun terakhir, dan juga betapa besar perubahan negara ini dalam beberapa dekade terakhir. Khususnya, era AI saat ini telah membawa dampak yang cukup besar bagi industri perfilman. Lanskap perfilman telah mengalami perubahan yang signifikan, dengan pola dan pergeseran baru yang terjadi dalam konsep estetika dan banyak aspek lainnya. Semakin banyak perubahan yang kita alami, semakin kita perlu berpegang teguh pada aspirasi awal sektor perfilman," kata Zhang.

"Pada kenyataannya, di balik emosi mendalam yang dirasakan orang-orang saat menonton film pertama mereka—itulah esensi dari aspirasi awal. Misi para pembuat film kami adalah untuk menjunjung tinggi aspirasi awal ini, tidak pernah melupakannya, dan mewariskannya kepada generasi berikutnya, kepada kaum muda," ujarnya.

Zhang menjabat sebagai ketua juri untuk Golden Rooster Awards ke-38. Upacara penganugerahan diselenggarakan di Xiamen pada Sabtu (15/11) malam. Diluncurkan pada tahun 1981, Golden Rooster Awards disponsori oleh Federasi Lingkaran Sastra dan Seni Tiongkok dan Asosiasi Film Tiongkok.