Menanggapi perihal kunjungan delegasi-delegasi dubes asing untuk Tiongkok gelombang pertama yang berkunjung ke Xinjiang, jubir Kemenlu Tiongkok mengatakan, dari tanggal 31 Juli-4 Agustus lalu, atas undangan Kemenlu Tiongkok, sejumlah 40 orang yang terdiri dari para duta besar dan diplomat senior untuk Tiongkok yang berasal dari 25 negara termasuk Pakistan, Malaysia, Iran, Mesir, Guinea, Kazakhstan, Uzbekistan, Dominika dan Nikaragua, mengunjungi Xinjiang. Delegasi tersebut berkunjung ke Kashgar, Aksu dan Urumqi, meninjau revitalisasi kota tua, masjid, madrasah, museum, perusahaan mesin pertanian cerdas, program revitalisasi pedesaan, dan pameran perjuangan anti teror dan deradikalisasi. Mereka juga mengadakan pertukaran dengan tokoh-tokoh agama setempat dan masyarakat etnis minoritas, secara mendalam memahami keadaan riil Xinjiang di bidang perkembangan ekonomi, kebebasan beragama, warisan dan pelestarian kebudayaan sejarah, serta keadilan, kebenaran dan kebutuhan perjuangan anti teror dan deradikalisasi Xinjiang.
Para dubes menyatakan, pemandangan alam di Xinjiang sangat indah, rakyatnya sangat ramah, dan ekonominya pun sangat bervitalitas. Setiap tempat yang mereka kunjungi sangat mengesankan. Melalui kunjungan kali ini, mereka telah menyaksikan stabilitas masyarakat Xinjiang, pemerintah setempat menyediakan lingkungan hidup yang aman. Mereka juga telah menyaksikan perkembangan pesat ekonomi Xinjiang, Xinjiang telah menjadi garis depan keterbukaan Tiongkok. Mereka juga telah menyaksikan rakyat Xinjiang yang hidup dengan bahagia, kondisi kehidupan rakyat mengalami perbaikan yang sangat besar. Mereka telah menyaksikan kemakmuran budaya Xinjiang, budaya etnis minoritas mendapatkan pelestarian dan pewarisan yang baik. Di Xinjiang tidak terdapat apa yang disebut sebagai “kerja paksa”, pertanian setempat telah menggunakan mesin pertanian yang tercanggih, Xinjiang meningkatkan efisiensi pemetikan kapasnya melalui mesin pemetik kapas. Keadaan riil Xinjiang sama sekali berbeda dengan kebohongan yang diciptakan oleh sejumlah media Barat, mereka berharap dapat mengadakan pertukaran dan kerja sama yang lebih mendalam dengan Xinjiang.
Perasaan sejati para dubes dan diplomat asing untuk Tiongkok tersebut sekali lagi menunjukkan bahwa kebohongan tidak dapat menutupi fakta, keadilan akan ditegakkan. Kebohongan dan perkataan keliru yang dibuat oleh beberapa negara Barat yang dikepalai oleh AS seperti “genosida” dan “kerja paksa”, serta niat jahat mereka untuk mencoreng Tiongkok tidak akan dapat menipu masyarakat internasional. Tiongkok dengan tulus menyambut teman-teman mancanegara untuk berkunjung ke Xinjiang, merasakan keindahan, keharmonisan dan perkembangan Xinjiang.
Pewarta : CRI