Singapura, Radio Bharata Online - Presiden Timor-Leste, Jose Ramos-Horta, mengkritik pengkategorian Tiongkok sebagai ancaman regional dan global dalam sebuah wawancara dengan China Global Television Network (CGTN) pada hari Sabtu (1/6) lalu di sela-sela Dialog Shangri-La ke-21 di Singapura.

Menurutnya, karena pengaruh Tiongkok menyebar ke seluruh dunia, kepentingannya termasuk pertumbuhan ekonomi dan keamanan, saling terkait dengan negara-negara di seluruh dunia.

"Sebagian besar negara di dunia tidak memandang Tiongkok sebagai ancaman, terutama kita mendengar beberapa komentar resmi dari Amerika Serikat atau Inggris atau Australia bahwa Tiongkok adalah ancaman. Saya tidak berpikir demikian, dan kebetulan saya mengenal Tiongkok dan selama ini saya belajar, saya melihat, saya mendengarkan, saya mengamati, saya menganalisis, saya melihat dari berbagai sudut pandang," katanya.

"Tiongkok adalah pesaing, bisa dibilang saingan, saingan ekonomi. Dan di sebuah negara, di sebuah kota, ada banyak saingan dan pesaing ekonomi. Begitulah cara universitas menciptakan inovasi, begitulah cara negara menjadi makmur. Ketika Anda memiliki saingan, tetapi saingan intelektual, saingan bisnis, semua itu (mendorong) kita dan itulah Tiongkok," jelasnya.

Jose mengatakan kehadiran Tiongkok di Timor-Leste, terutama melalui sekolah-sekolah Tiongkok di desa-desa terpencil, telah lama dikenal. Adik laki-laki dan perempuannya bahkan bersekolah di sekolah Tiongkok untuk belajar bahasa Tiongkok ketika mereka masih kecil.

"Orang Tiongkok adalah pekerja keras, ulet, sabar. Murid-murid Tiongkok selalu belajar matematika (dan) sains. Mereka belajar dengan serius dan itulah bagaimana Tiongkok mengubah dirinya dari kemiskinan menjadi kekuatan diplomatik, ekonomi, dan keuangan global. Dan ketika saya mengatakan bahwa ini bukan ancaman, ya, karena Tiongkok bisa makmur, terus makmur, terus mampu menciptakan lapangan kerja, untuk jutaan orang Tiongkok yang masuk ke pasar kerja setiap tahun. Hal itu dapat dilakukan hanya dengan syarat perdamaian, kemakmuran di Asia dan di dunia," kata presiden.