Hebei, Radio Bharata Online - Sebuah tren baru sedang terjadi di Tiongkok dengan munculnya kedai kopi unik di berbagai daerah. Kedai-kedai ini, baik yang bergaya pedesaan maupun elegan, telah muncul sebagai pusat konsumsi lokal yang semarak.

Di Desa Dongshuiquan, yang terletak di Provinsi Hebei, Tiongkok utara, sebuah kedai kopi unik yang direnovasi dari sebuah rumah pertanian terlihat menonjol, menarik perhatian orang-orang yang lewat dan juga penduduk setempat dengan dekorasinya yang kreatif. Memanfaatkan kelimpahan anggur lokal dan berbagai buah-buahan, kafe ini menawarkan berbagai kopi rasa buah. Menambah daya tariknya yang khas, pemiliknya juga membuat menu yang dibingkai dengan tanaman anggur.

"Dalam perjalanan ke arah timur menuju kebun buah, saya melewati kafe ini. Lalu saya masuk untuk mencoba secangkir. Suasana tempat ini sangat menyenangkan," kata seorang turis bermarga Wang.

Di Kota Yanji, Provinsi Jilin, timur laut Tiongkok, budaya minum kopi telah mengakar kuat dan telah memunculkan sekitar 1.000 kedai kopi meskipun populasi kota ini hanya sekitar 680.000 jiwa.

Lonjakan popularitas kopi didorong oleh wisata es dan salju di daerah tersebut. Selama musim liburan, misalnya, sebuah kedai kopi di dekat tempat wisata, yang dikenal menawarkan 50 jenis kopi, menjual sekitar 1.000 cangkir setiap harinya.

"Saya membaca di internet bahwa mereka memiliki kopi apel-pir di sini, yang merupakan ide baru. Rasanya memang enak," kata seorang turis.

Seiring dengan tren konsumsi kopi yang menyebar di seluruh Tiongkok, merek-merek jaringan kopi memanfaatkan kesempatan ini dan mempercepat ekspansi mereka di pasar-pasar di tingkat kabupaten.