JAKARTA, Radio Bharata Online - Pemerintah melalui Kementerian Kominfo telah menerapkan penghentian siaran TV analog atau Analog Switch Off (ASO) pada 2 November 2022. Hanya saja pelaksanaannya baru sampai 230 Kabupaten/Kota, termasuk wilayah Jabodetabek.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan manfaat dari migrasi TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO). Salah satunya, kecepatan internet Indonesia akan semakin kencang daripada sebelumnya.
Direktur Penyiaran Ditjen PPI Kementerian Kominfo, Geryantika Kurnia, mengatakan ketika pelaksanaan ASO sudah merata secara nasional, maka tidak ada lagi persoalan sinyal telekomunikasi yang timbul tenggelam.
Gery menyebut saat ini Indonesia masih kekurangan sumber daya frekuensi yang diperuntukkan layanan akses internet. Hal ini yang membuat kecepatan internet Indonesia masih ada kesenjangan satu daerah dengan lainnya.
Disampaikan Gery, saat ini masih ada pekerjaan rumah yang mana sekitar 12.500 desa/keluruhan yang tersebar di tanah air belum menikmati akses internet, bahkan layanan telekomunikasi untuk telepon belum dicicipi masyarakat sekitar.
Dengan dilakukannya penghentian siaran TV analog ke TV digital, akan ada efisiensi penggunaan pita frekuensi 700 MHz atau digital dividend sebesar 112 MHz, yang mana itu bisa dipakai untuk memperbaiki kualitas layanan internet Indonesia.