BEIJING, Radio Bharata Online - Dalam sebuah artikel panjang yang langka oleh Kementerian Keamanan Negara Tiongkok (MSS), badan keamanan negara itu menekankan pada hari Kamis, bahwa untuk menjaga keamanan nasional, diperlukan kontrol dan pengawasan atas ekspor galium dan germanium, yakni dua elemen penting untuk memproduksi semikonduktor.

Melalui akun WeChat-nya, MSS menyebutkan, sejak 1 Agustus, Tiongkok telah menerapkan kontrol ekspor untuk barang-barang yang terkait dengan galium dan germanium. Inisiatif yang sah ini ditafsirkan dengan jahat oleh beberapa media asing.

Barang-barang yang terkait dengan gallium dan germanium, memiliki atribut penggunaan ganda yang jelas. Dan kontrol ekspor diterapkan sesuai dengan undang-undang, untuk memastikan bahwa barang tersebut digunakan untuk tujuan yang sah, untuk menjaga keamanan nasional, dan memenuhi kewajiban internasional.

Sebelum mengeluarkan langkah-langkah kontrol, Tiongkok telah menyampaikan pemberitahuan ke negara-negara terkait melalui saluran normal dengan cara yang adil, wajar, dan non-diskriminatif, tanpa menargetkan negara tertentu.

Selama bertahun tahun, Tiongkok telah menjadi importir dan konsumen mineral strategis terbesar di dunia, dan sekarang sedang dalam tahap industrialisasi. Ditambah perkembangan urbanisasi yang pesat, telah menyebabkan peningkatan dalam permintaan mineral strategis, dalam rangka mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial yang berkualitas tinggi.

Kontrol juga merupakan langkah yang sah, sejalan dengan praktik yang diterima secara internasional. Sebagian besar negara maju juga telah menerapkan langkah-langkah pengendalian pada sumber daya mineral strategis mereka.

Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE), telah memasukkan galium dan germanium dalam daftar katalog mineral utama mereka di bawah perhatian khusus. (Global Times)