Semakin banyak kaum muda yang mendaftar sebagai pendonor organ di Provinsi Gansu, Tiongkok barat laut. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah pendonor organ terdaftar di Tiongkok.

Pada 2021 saja, lebih dari 25.000 orang telah mendaftarkan diri sebagai pendonor organ di Provinsi Gansu. Data dari Palang Merah Tiongkok cabang Gansu menemukan bahwa sebagian besar pendonor terdaftar merupakan kelahiran tahun 1990-an.

"Ini menunjukkan peningkatan kesadaran donasi organ dan perkembangan pendidikan kematian di Tiongkok," kata Hou Chunrui, Palang Merah Tiongkok cabang Gansu.

Salah seorang pendonor dari kalangan mahasiswa, Fu Yangsong mengaku merasa terpanggil untuk menjadi pendonor. Dirinya juga sudah berdiskusi dengan ibunya dan telah mendapat persetujuan.

"Kematian seseorang yang sesungguhnya adalah ketika tidak ada lagi orang yang mengingatnya di dunia ini. Jadi, jika saya mendonorkan tubuh dan organ saya, maka mungkin seseorang akan mengingat saya. Dan ketika orang lain bisa hidup lebih baik dengan organ saya, itu juga semacam 'kelanjutan' dari hidup saya," kata Fu.

Sementara itu, seorang mahasiswa kedokteran, Hu Wenyi menyadari betapa pentingnya donor tubuh dan organ untuk proses studi akademis lebih lanjut.

"Saya berharap donasi saya di masa depan akan menjadi sangat bermanfaat bagi lebih banyak mahasiswa kedokteran di masa mendatang dan membantu mereka menyelamatkan lebih banyak nyawa," katanya.

Tiongkok mulai merintis program donor organnya pada 2010. Menurut data statistik resmi, per 6 September 2022, jumlah pendonor organ terdaftar di Tiongkok telah melampaui angka 5 juta.

Pewarta: Xinhua

Editor: Thomas Rizal