Dikabarkan, Wakil Ketua Partai Demokrat Liberal (LDP) selaku mantan Perdana Menteri Jepang, Taro Aso, baru-baru ini melakukan lawatan ke Daerah Taiwan, serta bertemu dengan Tsai Ing-wen dan Lai Ching-te (William Lai). Dalam pidatonya di Taiwan, ia menyatakan bahwa di Selat Taiwan dan kawasannya tidak boleh terjadi perang, dewasa ini hendaknya mengembangkan kemampuan pencegahan yang kuat dan melakukan persiapan mental untuk berperang.
Menanggapi hal tersebut, jubir Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan bahwa segelintir politikus Jepang tersebut tidak memedulikan penentangan tegas dari pihak Tiongkok, nekat berlawat ke Daerah Taiwan Tiongkok dan mengeluarkan pernyataan yang absurd, menggembar-gemborkan ketegangan Selat Taiwan, menghasut perlawanan dan konfrontasi, dan secara kasar mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok, tindakan tersebut dengan serius melanggar prinsip satu Tiongkok dan semangat yang tercantum dalam Empat Dokumen Politik Tiongkok-Jepang, dengan serius menginjak-injak patokan dasar hubungan internasional. Tiongkok telah mengajukan teguran serius kepada pihak Jepang dan mengecam keras hal tersebut.
Taiwan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari wilayah Tiongkok, masalah Taiwan sepenuhnya adalah urusan dalam negeri Tiongkok, tidak boleh diintervensi oleh kekuatan eksternal. Jepang pernah menjajah daerah Taiwan selama setengah abad, dan melakukan penindasan yang kejam terhadap perjuangan rakyat Taiwan, melakukan kejahatan keji yang sangat banyak, dan melakukan kejahatan sejarah yang serius terhadap Tiongkok. Jepang seharusnya melakukan introspeksi dan berhati-hati dalam bicara dan bertindak. Politikus Jepang yang berlawat ke daerah Taiwan dan kerap kali menyebut kata perang itu justru berniat untuk mengacaukan Selat Taiwan dan bertujuan menjerumuskan masyarakat Taiwan ke dalam perang.
Jubir tersebut menekankan pula bahwa perwujudan penyatuan kembali Tiongkok merupakan harapan bersama seluruh bangsa Tionghoa, serta merupakan tren historis yang tak bisa dihalangi. Siapa pun tidak boleh meremehkan tekad teguh, keinginan tegas dan kekuatan besar rakyat Tiongkok untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah negaranya. Tiongkok dengan serius mendesak pihak Jepang untuk melakukan introspeksi yang mendalam terhadap sejarah agresinya, menaati prinsip satu Tiongkok serta komitmennya seputar masalah Taiwan, tidak mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok dalam bentuk apa pun, dan tidak boleh memberikan dukungan kepada kekuatan separatis “Taiwan Merdeka” dalam bentuk apa pun. Tiongkok juga dengan serius memperingatkan pihak berkuasa Daerah Taiwan bahwa “Taiwan Merdeka” sepenuhnya adalah jalan buntu, menarik Jepang dan menjual Taiwan hanya akan merugikan masyarakat Taiwan sendiri, tindakan provokasi apa pun yang bersekongkol dengan kekuatan eksternal demi mengupayakan “Taiwan Merdeka” sudah pasti akan gagal.
Pewarta : CRI