Beijing, Radio Bharata Online - Data terbaru dari Kementerian Perdagangan Tiongkok yang dirilis pada hari Jum'at (19/1) menunjukkan bahwa jumlah perusahaan investasi asing yang baru didirikan mencapai 53.766 pada tahun 2023 di Tiongkok, mewakili pertumbuhan 39,7 persen dari tahun ke tahun.

Menurut data tersebut, investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) aktual, yang tetap berada di level tinggi, mencapai lebih dari 1,13 triliun yuan (sekitar 2.500 triliun rupiah), turun 8 persen dari tahun ke tahun.

Sedangkan untuk industri, FDI aktual di bidang manufaktur turun tipis 1,8 persen dari tahun ke tahun menjadi 317,92 miliar yuan (sekitar 697 triliun rupiah), dengan FDI di bidang manufaktur berteknologi tinggi mencatat kenaikan 6,5 persen. FDI aktual dalam manufaktur peralatan medis dan instrumentasi, serta manufaktur peralatan elektronik dan komunikasi tumbuh masing-masing sebesar 32,1 persen dan 12,2 persen.

Sementara FDI aktual di industri konstruksi, jasa transformasi pencapaian ilmiah dan teknologi, serta jasa penelitian dan pengembangan dan desain naik masing-masing sebesar 43,7 persen, 8,9 persen, dan 4,1 persen.

Khusus untuk industri teknologi tinggi, berhasil menarik investasi asing sebesar 423,34 miliar yuan (sekitar 929 triliun rupiah), menyumbang 37,3 persen dari realisasi FDI, naik 1,2 poin persentase dari tahun 2022.

Selama periode tersebut, realisasi FDI dari Prancis, Inggris, Belanda, Swiss, dan Australia melonjak masing-masing sebesar 84,1 persen, 81 persen, 31,5 persen, 21,4 persen, dan 17,1 persen.