BEIJING, Radio Bharata Online – Produsen jam tangan mewah Swiss, IWC mengatakan, Tiongkok adalah salah satu pasar barang mewah yang paling energik dan dinamis bagi IWC secara global. Itu sebabnya IWC berencana untuk membuka lebih banyak toko butik, untuk memenuhi permintaan jam tangan mewah yang terus meningkat di Tiongkok.
Christoph Grainger-Herr, kepala eksekutif IWC mengatakan, Konsumen Tiongkok cenderung lebih muda dibandingkan konsumen di negara lain, dan perempuan merupakan konsumen dengan proporsi lebih besar. Menurutnya, Sebagian besar konsumen datang dari kota-kota papan atas, dan memiliki pengetahuan yang baik tentang merek tersebut.
Grainger-Herr, yang juga seorang arsitek yang secara pribadi terlibat dalam pembangunan butik IWC pertama di Beijing dan Shanghai mengatakan, Tiongkok menjadi salah satu pusat perdagangan paling berpengaruh dan inovatif di dunia, yang menentukan budaya masa kini dengan kreativitas tinggi.
Menurut Grainger-Herr yang mengunjungi Tiongkok untuk kedua kalinya pada bulan September, produsen jam tangan mewah ini menekankan pentingnya pengalaman pelanggan dan interaksi pribadi, terhadap citra mereknya. Konsumen Tiongkok, terutama di kota-kota besar seperti Shanghai, lebih menyukai jam tangan bergaya elegan. IWC mengatakan akan membuka lebih banyak gerai di negara tersebut, untuk berinteraksi dengan konsumen secara langsung. Mereka menggarisbawahi bahwa platform digital juga penting, karena biasanya konsumen akan melakukan penelitian online, sebelum mengunjungi toko fisiknya.
Konsultan Bain & Co memperkirakan, pada tahun 2025 Tiongkok akan menjadi pasar konsumsi barang mewah terbesar di dunia. Pasar daratan Tiongkok, yang mengalami pertumbuhan pada kuartal pertama, diperkirakan akan meningkat lagi tahun ini.
Menyusul kehadirannya di pameran Watches and Wonders di Jenewa awal tahun ini, IWC baru saja memamerkan inovasi dan keahlian pembuatan jam tangan komprehensifnya di pameran Watches and Wonders terbaru yang berakhir di Shanghai pada hari Minggu. (China Daily)