BEIJING, Radio Bharata Online - Menjelang Tahun Baru Imlek, yang juga dikenal sebagai Festival Musim Semi, sejumlah pemimpin dunia menyampaikan salam mereka kepada masyarakat dan komunitas Tiongkok. Festival tahun ini akan menjadi yang pertama, sejak Majelis Umum PBB memutuskan untuk memasukkan Tahun Baru Imlek, ke dalam daftar hari libur umum PBB.
Banyaknya ucapan selamat tidak hanya mencerminkan pengaruh budaya Tiongkok secara global dan kontribusinya, terhadap perdamaian dan kemakmuran dunia, namun juga menunjukkan tingginya harapan masyarakat internasional, terhadap kerja sama di masa depan dengan Tiongkok, mengingat peran pentingnya dalam urusan global.
Presiden Serbia Aleksandar Vucic bertemu dengan Duta Besar Tiongkok Li Ming pada hari Selasa, menyampaikan pesan ucapan selamat kepada pemimpin Tiongkok tersebut, pada kesempatan Tahun Baru Imlek dan harapan terbaiknya.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, melalui pesan video pada hari Selasa juga mengirimkan "salam terhangat" saat dunia menyambut Tahun Naga. Gutteres mengatakan, naga melambangkan energi, kebijaksanaan, perlindungan, dan keberuntungan, dan kita membutuhkan kualitas-kualitas ini untuk menghadapi tantangan global saat ini. Sekjen PBB juga berterima kasih kepada Tiongkok dan rakyat Tiongkok, atas dukungan mereka yang tak tergoyahkan terhadap PBB, multilateralisme, dan kemajuan global.
Presiden Filipina Ferdinand Romualdez Marcos dan Wakil Presiden Sara Duterte, menyampaikan harapan mereka dalam format tertulis dan video, pada resepsi Tahun Naga yang diadakan oleh Kedutaan Besar Tiongkok di Filipina.
Sebuah situs berita utama bagi komunitas Tionghoa di Australia, Sydney Today dalam sebuah postingan pada hari Selasa mengatakan, bahwa Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan ucapan Tahun Baru Imlek kepada semua orang yang merayakannya di Australia. Albanese menyampaikan ucapannya dalam bahasa Mandarin dan Inggris.
Para pemimpin dari berbagai negara telah menyampaikan ucapan selamat atas datangnya Tahun Baru Imlek, yang mencerminkan pengaruh besar masyarakat Tiongkok secara global, dan kontribusi mereka terhadap perdamaian dan kemakmuran dunia. (Global Times)