Rusia, Bharata Online - Usulan Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok mengirimkan sinyal kuat tentang komitmen negara tersebut untuk menjunjung tinggi keterbukaan dan kerja sama, yang akan mendorong pembangunan lebih lanjut bagi negara dan dunia, kata para pejabat dan akademisi di seluruh dunia.

Menurut mereka, rancangan Rencana Lima Tahun ke-15, cetak biru yang akan memandu ekonomi terbesar kedua di dunia dari tahun 2026 hingga 2030, sangat penting untuk mengarahkan Tiongkok menuju modernisasi di tengah disrupsi teknologi, pergeseran demografis, dan tatanan global yang semakin terpecah-pecah.

"Rencana Lima Tahun ke-15 Tiongkok bukanlah model yang kaku; ini lebih seperti tolok ukur untuk target pertumbuhan dan titik fokus. Para ekonom dan pengambil keputusan ekonomi Tiongkok tidak hanya berfokus pada pertumbuhan kualitatif, tetapi juga pada pembangunan inovatif. Kita menyaksikan metode transportasi baru, robotika, dan kecerdasan buatan," ujar Andrey Denisov, Wakil Ketua Pertama Komite Urusan Luar Negeri Dewan Federasi Rusia dan Mantan Duta Besar Rusia untuk Tiongkok.

"Rencana Lima Tahun ke-15 sangat penting bagi pembangunan Tiongkok. Negara ini siap untuk membuat kemajuan luar biasa di berbagai sektor, termasuk kecerdasan buatan, manufaktur kelas atas, dan pembangunan infrastruktur. Mengingat konteks global yang berubah dan transisi Tiongkok menuju pembangunan berkualitas tinggi, saya yakin bahwa rencana ini akan menandai era baru bagi pembangunan Tiongkok," kata Kamel Mansari, Direktur Berita Harian Berbahasa Prancis Le Jeune Independent.

Mereka juga mencatat bahwa komitmen Tiongkok terhadap pembangunan berkualitas tinggi dan keterbukaan tingkat tinggi akan mendorong hasil yang saling menguntungkan dan bermanfaat bagi dunia.

"Tiongkok telah muncul sebagai mitra kunci bagi sebagian besar negara di seluruh dunia, dan mitra pilihan karena kedekatan dan integrasinya dengan komunitas global, serta perspektif kemanusiaannya yang kuat. Ekonomi Tiongkok tidak hanya menguntungkan dirinya sendiri; tetapi juga telah membantu banyak ekonomi di seluruh dunia berkembang melalui kemitraannya,” jelas Dirgham Muhammad Ali, Pakar Ekonomi Irak.

Kongres Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok telah resmi dibuka di Beijing pada hari Rabu (4/3), dengan para anggota parlemen menyetujui Rencana Lima Tahun ke-15.