Hunan, Radio Bharata Online - Provinsi Hunan dan Daerah Otonomi Guangxi Zhuang di Tiongkok sedang mengalami panen raya buah persik kuning dan lengkeng segar, dengan para petani yang sibuk memetik dan mengangkutnya. Sementara di Xinjiang, para teknisi dan petani meningkatkan manajemen mereka selama tahap pertumbuhan kritis kapas, untuk mengantisipasi panen yang melimpah.

Persik kuning sedang matang di Provinsi Hunan, Tiongkok tengah. Di sebuah perkebunan persik kuning di Kota Huaihua, para petani buah memanen buah persik di tengah cuaca yang cerah.

"Kami memiliki kinerja penjualan yang luar biasa melalui pengiriman ekspres untuk banyak paket, yang dikirim ke berbagai tujuan seperti Changsha, Shanghai, dan Shenzhen. Permintaan untuk produk kami melebihi pasokan saat ini," kata Huang Zechun yang bertanggung jawab atas pangkalan tersebut.

Di Yanling County, Kota Zhuzhou, Deng Shimao, seorang petani lokal persik kuning terkemuka, telah membudidayakan lebih dari 20 mu (sekitar 1,3 hektar) persik kuning, dengan total hasil panen yang diantisipasi sekitar 10.000 kilogram.

"Tahun ini adalah tahun yang sangat baik dengan kondisi cuaca yang mendukung. Buah persik kuningnya besar dan manis, dan saya yakin kami akan dapat menjual lebih banyak lagi tahun ini," ungkap Deng.

Area budidaya persik kuning di Hunan telah mencapai 400.000 mu (sekitar 26.666,7 hektar) pada tahun 2023.

Di Kabupaten Pingnan, Kota Guigang, Daerah Otonomi Guangxi Zhuang, panen lengkeng segar yang melimpah sedang berlangsung, dengan area budidaya seluas lebih dari 200.000 mu (sekitar 13.333,3 hektar).

Para petani sibuk memetik dan mengemas lengkeng, serta memenuhi pesanan, menciptakan suasana yang semarak dan ramai.

"Hasil panen tahun ini sekitar 1.250 kilogram per mu (sekitar 0,067 hektar), dan dengan harga 16 yuan per kilogram, pendapatannya akan memuaskan," kata Nie Yusheng, Kepala koperasi budidaya leci dan lengkeng di Kabupaten Pingnan.

Pingnan mendapat banyak manfaat dari curah hujan yang melimpah, sinar matahari yang cukup, dan periode bebas embun beku yang panjang, menciptakan lingkungan alami yang ideal untuk membudidayakan lengkeng. Kabupaten ini diproyeksikan memiliki produksi tahunan sekitar 180.000 ton lengkeng.

Sementara itu, lebih dari tiga juta mu (sekitar 200.000 hektar) kapas di Prefektur Otonomi Mongolia Bayingolin, Daerah Otonomi Xinjiang Uygur di barat laut Tiongkok, memasuki tahap pembungaan dan pembentukan buah kapas pada awal Agustus 2023. Tahapan-tahapan tersebut merupakan periode kritis yang akan menentukan hasil panen kapas dan kualitas serat.

Para teknisi pertanian di Kabupaten Hoxud memberikan bimbingan lapangan bagi para petani untuk memperkuat manajemen kapas tahap menengah hingga akhir, dengan fokus pada kontrol air dan pupuk, pencegahan dan pengendalian penyakit dan hama tanaman, serta menawarkan saran teknis.

"Tahun ini, kami telah menanam lebih dari 1.000 mu (sekitar 66,7 hektar) kapas, dan pertumbuhannya cukup menjanjikan. Pada periode berikutnya, kami akan memastikan pengendalian gulma yang tepat untuk mengupayakan panen besar tahun ini," ujar petani Li Wendang.