Beijing, Radio Bharata Online - Seorang pejabat Tiongkok mengatakan bahwa Tiongkok dan dan lima negara Asia Tengah akan menandatangani nota kesepahaman (MoU) akhir bulan ini untuk membentuk mekanisme kerjasama manajemen darurat Tiongkok-Asia Tengah.
Dalam sebuah konferensi pers di Beijing pada hari Senin (27/5), Wang Manda, Direktur Jenderal Departemen Kerja Sama Internasional Kementerian Manajemen Darurat Tiongkok, mengatakan bahwa MoU tersebut diharapkan akan ditandatangani dalam pertemuan tingkat menteri Tiongkok-Asia Tengah mengenai manajemen darurat yang dijadwalkan akan diselenggarakan di Urumqi, ibu kota Daerah Otonomi Xinjiang Uygur di barat laut Tiongkok, pada tanggal 30 Mei 2024.
"Semua pihak dalam pertemuan tersebut akan menandatangani nota kesepahaman tentang pembentukan mekanisme kerja sama manajemen darurat Tiongkok-Asia Tengah, menyetujui rencana aksi di masa depan, mengunjungi unit dan perusahaan yang relevan, membantu negara-negara tersebut secara komprehensif meningkatkan kemampuan dalam pencegahan, mitigasi dan bantuan bencana, pengawasan produksi yang aman, tanggap darurat yang komprehensif, dan memperdalam kolaborasi dalam penyelamatan lintas batas," ujar Wang.
Kedua belah pihak juga akan melakukan latihan praktis untuk tanggap darurat terhadap insiden pipa minyak dan gas.
"Xinjiang, dengan keunggulan geografisnya yang unik, akan melakukan kerja sama di bidang-bidang berikut: pertama, memperkuat kerja sama dalam sistem dan mekanisme untuk pencegahan dan pengendalian bersama bencana alam; kedua, meningkatkan pertukaran dan kerja sama dalam penyelamatan darurat lintas batas; ketiga, meningkatkan kerja sama dalam pencegahan dan pengendalian bersama kebakaran hutan dan padang rumput di perbatasan; keempat, mengintensifkan kerja sama dalam pencegahan dan pengendalian bencana gempa bumi dan geologi," kata Jarin Nurhamiti, Kepala Departemen Manajemen Darurat Xinjiang.
"Kami telah melaksanakan sejumlah proyek kerja sama iptek dengan negara-negara Asia Tengah, seperti pengamatan GPS bersama di Pegunungan Tianshan di Asia Tengah, pembangunan jaringan pemantauan seismik dan geomagnetik, dan identifikasi sumber dan analisis risiko gempa bumi dahsyat di zona subduksi yang terletak di antara Xinjiang dan Asia Tengah. Proyek-proyek ini telah memberikan data yang berharga dan dukungan iptek untuk pencegahan dan pengurangan bencana gempa bumi di Xinjiang dan negara-negara Asia Tengah," ujar Zhu Fangfang, Wakil Kepala Departemen ilmu pengetahuan dan Teknologi dan Kolaborasi Internasional di bawah Administrasi Gempa Bumi Tiongkok.
Sejak KTT Tiongkok-Asia Tengah pertama pada Mei 2023, departemen manajemen darurat di Tiongkok dan lima negara Asia Tengah telah berkomitmen untuk menciptakan platform baru untuk kerja sama manajemen darurat regional, dan untuk memperdalam kerja sama penyelamatan lintas batas.
Di bawah kerangka kerja sama manajemen darurat Tiongkok-Asia Tengah, Tiongkok telah menyelenggarakan beberapa acara selama setahun terakhir, termasuk forum cendekiawan tingkat tinggi tentang manajemen darurat, seminar tentang peningkatan keselamatan produksi, dan kegiatan untuk bertukar gagasan tentang pencegahan risiko keselamatan.